RISALAH NU ONLINE JAKARTA – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) DKI Jakarta resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-20 pada Minggu (8/2/2026) di MAN 3 Jakarta. Perhelatan ini dihadiri oleh jajaran PWNU DKI Jakarta, pengurus PW IPPNU, serta delegasi Pimpinan Cabang (PC) IPNU se-DKI Jakarta.
Mewakili PWNU DKI Jakarta, Kyai Syaiful Anam menyambut baik acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya militansi organisasi dengan mengutip pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengenai kebaikan yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.
“IPNU-IPPNU lahir dari rahim pesantren. Kami berharap pelajar NU kembali dekat dengan kyai, kembali ke pesantren, dan hadir di sekolah-sekolah,” ujar Kyai Syaiful. Beliau juga mendorong pengurus ke depan untuk memperkuat branding organisasi agar lebih menarik bagi generasi muda. “Pemuda hari ini adalah pemimpin NU masa depan,” tegasnya.
Sorotan Masalah Pelajar: Tantangan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Mewakili Majelis Alumni (MA) IPNU DKI Jakarta, Muhammad Kholid, dalam sambutannya menyoroti isu krusial pendidikan di Jakarta. Ia memaparkan data bahwa terdapat lebih dari 100 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah DKI Jakarta.
Kholid merinci tiga faktor utama penyebab tingginya angka ATS:
– Siswa yang putus sekolah (drop out).
– Anak yang memang belum pernah mengenyam pendidikan.Siswa yang lulus namun tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Menurutnya, faktor ekonomi dan minimnya orientasi pendidikan dalam lingkungan keluarga menjadi pemicu utama, meski program pemerintah sudah tersedia. Ia menegaskan agar kepengurusan IPNU mendatang tidak hanya terjebak pada urusan internal organisasi.
“Tahun pertama boleh fokus pada pembenahan organisasi, namun tahun kedua harus fokus pada pengabdian masyarakat dan solusi atas problem pelajar. IPNU harus hadir dan bersuara di tengah masyarakat. Jika diam, kita tidak akan dianggap,” pungkas Kholid.
Konferwil ini diharapkan menjadi titik balik kembalinya marwah IPNU ke pesantren dan sekolah-sekolah dengan kemasan branding yang lebih segar. Semoga semangat yang lahir hari ini mampu bertransformasi menjadi aksi nyata demi kejayaan Nahdlatul Ulama di masa depan. (Adella).