RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, mulai dari diskon tiket transportasi hingga kebijakan Work From Anywhere (WFA), sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi lonjakan mobilitas saat mudik.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar, terdiri dari Rp639,86 miliar dari APBN dan Rp271,5 miliar non-APBN.
Adapun stimulus yang diberikan meliputi diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta tiket pesawat sebesar 17–18 persen. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan diskon tarif tol.
“Kemarin juga diumumkan terkait dengan diskon kereta api yang 30 persen, angkutan laut 30 persen, penyeberangan yang jasanya 100 persen, kemudian terkait dengan pesawat yang 17 sampai 18 persen,” ujar Airlangga dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, (12/02/26).
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga menetapkan kebijakan WFA pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Selain stimulus transportasi, pemerintah turut menyiapkan bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat (desil 1–4). Bantuan yang disalurkan pada Februari tersebut berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, dengan total anggaran Rp11,92 triliun.
“Pemda dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik,” ujar Airlangga.
Di sektor energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut melaporkan kesiapan pasokan energi menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman.
“Dan yang ketiga adalah BBM untuk menyangkut dengan puasa dan Hari Raya Idulfitri, baik LPG maupun BBM, dan saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup batas minimum dari pada stok nasional,” kata Bahlil.
(Anisa)