RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menerbitkan pedoman prakiraan awal Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara.
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH. Sirril Wafa mengungkapkan pedoman tersebut merupakan acuan bagi PCINU di berbagai belahan dunia dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri berdasarkan prinsip rukyatul hilal dan hisab Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).
“PCI-NU itu sudah ada ketentuannya atau panduannya. Untuk bekerjasama dengan negara setempat, kalau yang ada rukyat ya mengikuti negara setempat. Kalau negara yang tidak memiliki rakyat, maka menggunakan hisab Imkan Rukyat yang berlaku untuk negara tersebut,” jelas Kiai Wafa saat dihubungi Risalah NU pada Senin, (16/02/26).
Berdasarkan hasil hisab posisi bulan dan matahari, sebagian besar wilayah dunia, termasuk Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan sebagian Amerika bagian selatan, diperkirakan akan memulai puasa Ramadhan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026, karena posisi hilal pada 17 Februari 2026 belum memenuhi kriteria IRNU sehingga terjadi istikmal atau penyempurnaan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Wilayah tersebut meliputi PCINU Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Timor Leste, Hongkong, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Rusia, Australia dan Selandia Baru, Pakistan, India, Arab Saudi, Yaman, Turki, Qatar, Lebanon, Yordania, Mesir, Sudan, Tunisia, Maroko, Belanda, Belgia, Inggris, Skotlandia, Italia, Jerman, Perancis, Spanyol.
Sementara itu, wilayah Amerika bagian utara, yakni Amerika Serikat dan Kanada, diperkirakan akan memulai puasa lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026, karena posisi hilal telah memenuhi kriteria IRNU. Dan diperkirakan akan merayakan Idul Fitri 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026.
Adapun untuk Idul Fitri 1447 H, wilayah Asia bagian timur dan Australia, diperkirakan akan merayakannya pada Sabtu, 21 Maret 2026, karena hilal pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria IRNU sehingga terjadi istikmal. Wilayah tersebut meliputi PCINU Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Timor Leste, Hongkong, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Australia dan Selandia Baru.
Sementara itu, wilayah Asia bagian barat, Afrika, Eropa, serta Amerika bagian utara dan sebagian Amerika bagian selatan diperkirakan akan merayakan Idul Fitri lebih awal, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026. Wilayah tersebut meliputi Rusia, Pakistan, India, Arab Saudi, Yaman, Turki, Qatar, Lebanon, Jordania, Mesir, Sudan, Maroko, Belanda, Belgia, Inggris, Skotlandia, Italia, Jerman, Perancis, Spanyol.
LF PBNU juga menyatakan bahwa hasil hisab imkan rukyah ini dapat digunakan sebagai pedoman administratif bagi PCINU untuk mempersiapkan berbagai aspek teknis pelaksanaan ibadah, termasuk penyelenggaraan shalat Idul Fitri di negara masing-masing. Selain itu, PCINU juga dapat berkoordinasi dengan otoritas keagamaan setempat atau menyelenggarakan rukyatul hilal secara mandiri dengan asistensi teknis dari LF PBNU apabila diperlukan.
(Anisa).