Dai NU Worldwide Taiwan Tekankan Empati dan Ketakwaan sebagai Hakikat Puasa bagi PMI di Keelung

0

RISALAH NU ONLINE, TAIWAN – Dai NU Worldwide Taiwan, Ustadz Muhammad Zainut Thalibin menegaskan bahwa puasa Ramadan memiliki hakikat memperkuat kehambaan, meningkatkan kesabaran, serta menumbuhkan empati, khususnya bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang hidup di perantauan. Hal itu ia sampaikan dalam kajian tematik di Masjid Al Hidayah Keelung, Keelung, Taiwan, pada Senin (23/2/2026) malam, usai shalat tarawih.

Kajian tersebut diikuti jamaah yang mayoritas bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan nelayan. Dalam pertemuan perdana itu, Ustadz Zainut menyampaikan empat hakikat disyariatkannya puasa sebagaimana dijelaskan menurut Syekh Muhammad Ali as-Shabuni dalam kitab Rawai’ul Bayan fi Tafsiri Ayatil Ahkam.

Beliau menjelaskan bahwa puasa merupakan bagian dari rukun Islam yang menegaskan identitas seorang Muslim sebagai hamba Allah. Dengan menjalankannya, seorang Muslim memperkuat kesadaran spiritual dan kedudukannya sebagai hamba.

“Selama bulan Ramadan, kita sebagai seorang hamba itu kan memiliki wajib syarat rukun Islam, yaitu salah satunya puasa. Maka ketika kita melaksanakan puasa, maka status kehambaan kita sebagai seorang hamba itu meningkat,” katanya.

Selain itu, puasa juga melatih kesabaran, tidak hanya dalam menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dalam mengendalikan emosi dan hawa nafsu.

“Itu jelas, bulan puasa kita selain menahan makan, selain menahan minum, kita juga menahan hawa nafsu dari segala dosa atau godaan, menahan amarah, menahan yang membuat emosi,” ujarnya.

Beliau menyebut puasa juga memiliki dimensi sosial yang kuat karena menumbuhkan empati terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan.

“Ketika bulan Ramadan, siang kita tidak bisa makan. Nah di situ menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, terutama kepada orang-orang yang biasanya di sekitar kita itu bahkan satu hari itu tidak bisa makan, kelaparan, dan lain sebagainya. Sehingga rasa empati itu meningkat,” jelasnya.

Hakikat terakhir yakni memperdalam ketakwaan melalui peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan.

“Jelas di bulan Ramadan semua ibadah kita dilipatgandakan, sehingga kita harus semakin rajin beribadah kepada Allah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” katanya.
(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.