RISALAH NU ONLINE, YEHLIU — Da’i NU Worldwide dari Lembaga Dakwah PBNU, Ustadz Muhammad Zainut Tholibin, memperkuat spiritualitas nelayan Indonesia di Mushola Nurul Hidayah Yehliu, Kamis (26/2/2026) Malam. Kegiatan ini diikuti lebih dari 30 jamaah yang seluruhnya merupakan anak buah kapal (ABK) yang bekerja sebagai nelayan di wilayah tersebut.
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan shalat Isya dan Tarawih berjamaah, serta kajian tematik bertema “Setiap Kesusahan Pasti Ada Kemudahan”. Kehadiran para nelayan ini bersifat dinamis, karena kehidupan mereka bergantung pada arah angin laut. Mereka bisa melaut selama 10 hingga 20 hari untuk mencari ikan maupun cumi-cumi, dan mushola biasanya ramai ketika angin memungkinkan mereka kembali ke daratan.
Dalam kajiannya, Ustadz Zainut menegaskan bahwa setiap ujian hidup harus dihadapi dengan keyakinan kepada Allah.
“Setiap manusia pasti pernah merasakan susah, penderitaan dan ujian dalam hidup, namun itu semua harus diyakini bahwa setiap kesusahan pasti ada kemudahan yang sesuai dengan firman Allah QS. Al-Insyirah ayat 5–6,” tuturnya.
Beliau juga mengibaratkan kehidupan sebagai perjalanan menaiki tangga yang penuh tantangan, tetapi akan memberikan keindahan di puncaknya. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya.
“Allah juga berjanji dalam Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya, jadi kita harus yakin ketika kita sedang diuji dengan masalah pasti kita bisa melewatinya,” katanya.
Pada sesi tanya jawab, salah satu jamaah menanyakan hukum puasa ketika melihat perempuan berpakaian minim. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Zainut menjelaskan, “Perkara yang membatalkan puasa adalah dengan masuknya makanan atau minuman ke dalam perut. Ketika kita melihat seorang perempuan seperti tadi lewat maka tidak membatalkan puasa, tetapi jika kita melihatnya dengan syahwat itu hanya mengurangi keberkahan dalam puasa.”
(Anisa)