RISALAH NU ONLINE JAKARTA – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DKI Jakarta merayakan hari jadi organisasi yang ke-71 dengan menggelar agenda bertajuk “Harmony Iftar dan Tasyakuran Hari Lahir” pada Kamis (12/3). Mengangkat tema besar “Ramadhan Connection: Satu Hati untuk IPPNU DKI Jakarta”, acara ini sengaja dikemas khusus untuk internal pengurus guna membangun ikatan emosional serta proses bonding bagi jajaran pengurus baru.
Rangkaian acara berlangsung khidmat yang dimulai dengan pembukaan, pembacaan doa tahlil, hingga prosesi seremoni harlah. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW IPPNU DKI Jakarta, Rekanita Fithri Farhana, memberikan arahan strategis yang menekankan pentingnya penguatan struktur dari dalam. Menurutnya, tema “Satu Hati” merupakan pengingat bahwa kekuatan organisasi sangat bergantung pada kesatuan semangat, komitmen, dan rasa memiliki dari setiap kader terhadap IPPNU.
Fithri menegaskan bahwa IPPNU secara internal masih harus terus berbenah. Sebelum melangkah jauh untuk merekrut anggota baru, ia mengajak seluruh pengurus untuk memastikan bahwa organisasi ini telah menjadi “rumah” yang kuat dan nyaman bagi kader yang sudah ada di dalamnya. Hal ini menjadi krusial karena sebuah organisasi tidak hanya dibangun melalui program-program kerja yang besar, melainkan melalui kepedulian dan kebersamaan yang nyata antar anggotanya.
Lebih lanjut, dalam instruksinya, Fithri meminta seluruh jajaran pengurus PW IPPNU DKI Jakarta untuk menanggalkan gengsi dan tidak ragu turun langsung mengawal kader di tingkat Pimpinan Cabang (PC). Begitu pula kepada para Ketua PC, ia menekankan agar selalu mendampingi dan membersamai Pimpinan Anak Cabang (PAC). Baginya, kekuatan organisasi bukan sekadar terletak pada rapihnya struktur administrasi, melainkan pada rasa saling menjaga di antara seluruh kader.
Menutup sambutannya, Fithri menyampaikan visi agar IPPNU di wilayah Jakarta dapat menjadi organisasi yang hidup, adaptif, dan dekat dengan generasi muda. Ia berharap IPPNU tidak menjadi wadah yang terlalu kaku sehingga terasa jauh dari dunia pelajar saat ini. Dengan tetap teguh memegang nilai Ahlussunnah wal Jama’ah melalui sikap tawassuth, tawazun, dan tasamuh, IPPNU DKI Jakarta berkomitmen untuk hadir dengan wajah yang ramah, terbuka, dan santai (chill) sebagai ruang tumbuh bersama bagi masyarakat.
(Delia)