Matangkan Persiapan Muktamar NU, Berikut Perkiraan Rangkaian Agenda Besar PBNU

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah melakukan persiapan intensif menyambut rangkaian agenda besar organisasi, mulai dari Rapat Pleno, Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), hingga puncaknya Muktamar NU.

Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), mengungkapkan bahwa selain pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum baru, fokus utama persiapan kali ini adalah penguatan materi keagamaan dan organisasi yang akan dibawa ke Muktamar.

“Paling penting adalah materinya sendiri, menyangkut materi-materi keagamaan, maupun materi-materi yang terkait dengan Tanfidziah, yaitu soal organisasi, soal program, soal rekomendasi,” terangnya usai Rapat Harian Tanfidziyah di Gedung PBNU pada Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan hasil rapat, berikut adalah perkiraan jadwal rangkaian agenda besar PBNU mendatang.

“Kalau Pleno ya bulan ini ya, tapi kalau Munas dan Konbes kemungkinan terjadi pada bulan Mei. Kalau Muktamar itu seperti diusulkan oleh Rois Aam ya kira-kira terjadi pada bulan Juli atau Agustus,” katanya.

Beliau mengungkapkan bahwa sebelumnya PBNU telah mengesahkan struktur besar kepanitiaan Muktamar yang diputuskan sejak rapat gabungan sebelum Idul Fitri lalu.

“Ketua SCnya adalah Kiai Said Asrori, Wakilnya adalah Pak Nuh. Kemudian Ketua OC nya Gus Ipul, Wakilnya adalah Lora Amin Said Husni. Untuk struktur keseluruhannya belum,” katanya.

Gus Ulil menyampaikan bahwa Muktamar kali ini digelar di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu akibat konflik Timur Tengah. Ketua Umum PBNU telah melakukan langkah diplomatik dengan mengunjungi berbagai kedutaan besar, termasuk Iran, Arab Saudi, hingga perwakilan Amerika Serikat.

“Ketua Umum menegaskan kita tidak boleh hanya jadi penonton sepak bola yang mendukung sana-sini. Kita harus memikirkan dampak riil perang terhadap ekonomi rakyat. Melalui aplikasi Digdaya yang ditargetkan menjangkau tingkat ranting pada Juni nanti, NU bisa mendata dan menggerakkan struktur untuk membantu warga jika situasi ekonomi memburuk,” ujar Gus Ulil.

(Anisa).

Leave A Reply

Your email address will not be published.