Halal Bihalal Pagar Nusa, Gus Nasrul Beber Dua Kunci Kekuatan Iran Berdasar Al-Qur’an

0

RISALAH NU ONLINE, SEMARANG – Pembina PW Pencak Silat Pagar Nusa Jawa Tengah Dr Nasrullah Afandi (Gus Nasrul) menyoroti kekuatan Iran dalam perspektif Al-Qur’an. Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi fondasi kebangkitan Iran hingga disegani dunia. Bahwa kekuatan Iran tidak lepas dari nilai spiritual yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an. Faktor pertama adalah kesabaran dalam menghadapi ujian.

“Pertama, ash-shabru ‘alal mushibah. Iran itu diembargo selama 45 tahun, tapi mereka sabar, diam. Namun di balik diamnya, mereka menyusun kekuatan. Ini sesuai ayat, innallaha ma‘ash-shabirin,” ujarnya usai menghadiri acara halal bihalal PW Pagar Nusa Jawa Tengah. Kamis (23/4/2026).

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, DrArief Rachman, M.Si, yang juga menjabat Bupati Blora, bersama para kiai dan pengurus cabang Pagar Nusa se-Jateng, perwakilan PWNU Jateng, Gus Anis(Tuan rumah) .

Dikatakannya, sikap sabar bukan berarti pasif. Justru dalam fase itu, Iran mempersiapkan generasi dan strategi untuk bangkit pada waktu yang tepat.
”Faktor kedua adalah semangat bangkit dari kesulitan hidup dan tidak berputus asa dari rahmat Allah (an-nahdhah minal masyaqqati Dhurufi al-hayah). Jangan putus asa, wala tay’asu mir rauhillah. Dalam kondisi sulit, mereka tidak menyerah, tapi terus berusaha hingga menemukan titik kebangkitan,” jelas jajaran Ketua Pagar Nusa Pusat ini.

Ia menambahkan, prinsip tersebut relevan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun pengembangan organisasi seperti Pagar Nusa.

Gus Nasrul juga menekankan pentingnya tirakat dan kesungguhan dalam proses intelektual. Menurutnya, kondisi sulit justru dapat melahirkan ide-ide besar dan kecerdasan.
“Dalam tasawuf, justru dari kesusahan itu lahir kekuatan. Perut kosong, hidup prihatin, itu melatih kecerdasan dan daya juang,” katanya.

Ia mencontohkan Jepang yang mampu bangkit pasca kehancuran akibat bom atom, serta Iran yang tetap berkembang meski berada dalam tekanan embargo panjang.
Di akhir tausiah, Gus Nasrul mengajak kader Pagar Nusa mengambil hikmah dari fenomena tersebut.
“Intinya dua, sabar dalam ujian dan tidak putus asa. Dari situ akan lahir kekuatan besar,” pungkasnya. (rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.