Ahiri Safari Diplomatik, Gus Yahya Sampaikan Hasil ke Prabowo

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), resmi menuntaskan rangkaian safari diplomatiknya dengan mengunjungi Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, pada Jumat, 25 April 2026.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir satu jam di Jakarta tersebut menjadi penutup dari rangkaian kunjungan marathon Gus Yahya ke berbagai perwakilan negara sahabat dalam upaya memperkuat peran sipil internasional dan menyuarakan pesan perdamaian dunia. Sebelum menemui pihak Rusia, Gus Yahya tercatat telah melakukan pertemuan serupa dengan Duta Besar dari negara-negara strategis lainnya.

Safari diplomatik ini mencakup kunjungan ke Duta Besar Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki, Pakistan, hingga Cina, serta negara-negara di kawasan teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

KH. Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) yang mendampingi dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa melalui rangkaian kunjungan ini, PBNU secara konsisten membawa pesan terkait pentingnya stabilitas global dan solusi non-militer terhadap berbagai konflik internasional yang sedang terjadi. “Gus Yahya selalu menekankan pentingnya penyelesaian diplomatik, penyelesaian secara damai non-militer terhadap konflik ini,” ujar Gus Ulil memberikan pernyataan mengenai substansi pembicaraan dalam safari diplomatik tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari tuntasnya rangkaian kunjungan ke berbagai duta besar tersebut, Gus Yahya akan segera melakukan langkah evaluasi internal untuk merumuskan hasil-hasil strategis yang diperoleh dari setiap pertemuan. Hasil rumusan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah Indonesia, sebagai bagian dari kontribusi pemikiran PBNU dalam mendukung diplomasi luar negeri.

“Setelah ini Gus Yahya akan melakukan semacam evaluasi, merumuskan hasil dari pertemuan-pertemuan ini dan kemudian nanti akan disampaikan kepada pihak-pihak yang relevan, termasuk juga pemerintah Indonesia,” pungkas Gus Ulil.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.