RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui peluncuran program BAZNAS Microfinance Majelis Ta’lim (BMMT). Program ini bertujuan mentransformasi Majelis Ta’lim menjadi pusat kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa program ini menyasar kelompok strategis yang selama ini aktif dalam pembinaan keagamaan namun memiliki potensi usaha yang besar.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa Majelis Ta’lim harus menjadi sebuah tempat yang bisa memberi diri tambah tidak hanya menumbuhkan atau menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas tapi juga kita berharap ada transformasi yang ada di dalam Majelis Ta’lim itu terkait dengan kekuatan ekonomi mikro dan pedesaan masyarakat,” ujarnya di Kantor BAZNAS Pusat, Jakarta, Kamis, (30/4/26).
“Jadi harapannya ada 50 titik senilai 5 miliar itu bisa terlaksana,” tuturnya menyebutkan target penyaluran dana usaha.
Para pimpinan organisasi perempuan menyambut hangat inisiatif ini. Mereka menilai akses modal tanpa bunga merupakan solusi di tengah sulitnya menembus birokrasi perbankan bagi pelaku usaha kecil.
Wakil Ketua PP Muslimat NU, Romlah Widayati mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 70 ribu titik Majelis Ta’lim Muslimat di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah dengan sentuhan-sentuhan tadi memberikan bantuan untuk modal usaha mereka ini akan menambah dampak yang positif bahwasanya kajian di Majlis Ta’lim tidak hanya mengaji saja mengajarkan Al-Quran mengajarkan ilmu-ilmu agama tetapi juga dilatih untuk ekonomi karena ibu-ibu ini juga kreatif dalam melakukan kegiatan-kegiatan itu demi untuk kelangsungan hidup keluarga, untuk kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Utik Bidayati menekankan pentingnya pendampingan usaha dan kemudahan akses bagi warga Aisyiyah.
“Akses modal dari bank itu tidak mudah. Dengan bantuan dana bergulir syariah ini, anggota kami tidak hanya mengaji, tapi juga mendapatkan pengetahuan ekonomi dan pelatihan untuk mengelola usaha secara profesional,” katanya.
Sebagai wadah ibu-ibu muda, Ketua Bidang Ekonomi PP Fatayat NU, Wafa Fatria Ummah menjelaskan bahwa Fatayat melalui Majelis Ta’lim Fatimah Az-Zahra fokus pada peningkatan kualitas produk.
“Memang ibu-ibu muda ini juga banyak yang punya usaha. Jadi kita ke depannya adalah ibu-ibu yang sudah punya usaha kita tingkatkan kualitas produknya dengan melakukan pelatihan. Itu akan menambah kreativitas ibu-ibu yang sudah mempunyai produk usahanya.,” jelasnya.
(Anisa).