Resmi Dilantik, MWCNU Kembangan 2026-2031 Fokus Perkuat Kaderisasi Abad Kedua NU

0

RISALAH NU ONLINE KEMBANGAN, JAKARTA BARAT – Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, beserta lembaga-lembaga resmi dilantik untuk masa khidmat 2026-2031.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini dipandu langsung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat.

Struktur kepengurusan baru yang dikukuhkan menempatkan Ustaz Syaipul Fauzy sebagai Rais Syuriyah, Ustaz H. Matali sebagai Katib, Ustaz Muhammad Asnawi sebagai Ketua Tanfidziyah, Ustaz Faiz Muhammad Ridho sebagai Sekretaris, dan Ustaz H. Ahmad Dimyati sebagai Bendahara. Sebanyak 131 kader dilantik untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat kecamatan tersebut.

Dalam sambutan perdana sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kembangan, Ustaz Muhammad Asnawi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah komitmen total bagi para pengurus. Ia mengibaratkan pengabdian di NU sebagai langkah “menggadaikan diri” untuk berjuang di bawah naungan organisasi demi kemaslahatan umat.

Menurutnya, antusiasme masyarakat Kembangan untuk bergabung sangat tinggi, yang terlihat dari banyaknya aktivis dan tokoh masyarakat yang merapat secara mandiri.

“Pelantikan ini adalah awal langkah perjalanan kita ke depan. Beberapa bulan lalu kami melaksanakan konferensi yang amanatnya adalah segera membentuk kepengurusan, dan hari ini kami melantik 131 kader,” ujarnya.

Ia mengibaratkan, di tubuh NU ada jembatan yang harus memiliki konstruksi sangat kuat di babak baru abad kedua NU ini. “MWC Kembangan harus terus memiliki kader-kader terbaik di masa mendatang melalui perjuangan dan program-program yang nyata di masyarakat,” ujar Ustaz Muhammad Asnawi di hadapan para hadirin.

Ketua PCNU Jakarta Barat, KH. Agus Salim, dalam arahannya memberikan pesan mendalam mengenai esensi berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Beliau menekankan pentingnya mengelola organisasi dengan memadukan berbagai kelebihan anggota menjadi sebuah kekuatan kolektif. Ia juga mengingatkan agar para pengurus selalu mengedepankan ilmu dan adab dalam berinteraksi, agar rasa hormat dan kerja sama tetap terjaga di dalam tubuh organisasi.

“Berkhidmat di NU itu jangan lihat jabatan, tapi pengabdian dan keyakinan bahwa di sana ada berkah. Pemimpin itu tugasnya memadukan kelebihan yang berbeda-beda menjadi sebuah kekuatan,” ungkapnya.

Nilailah orang dengan rasa, bukan sekadar perasaan, karena rasa adalah perpaduan akal, hati, dan keinginan yang dikendalikan oleh ilmu dan adab. Jika tidak ada ilmu dan adab, apa pun yang dilakukan akan terlihat salah terus. “Tugas NU adalah menjaga ukhuwah Islamiyah, Nahdliyah, Wathoniyah, hingga Basyariyah,” tegas KH. Agus Salim.

Apresiasi senada disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Jakarta Barat, KH. A. Mahrus Iskandar, B.Sc. Beliau menyebut MWCNU Kembangan sebagai salah satu cabang yang paling produktif dalam hal dakwah, kaderisasi, maupun komunikasi. Ia berharap kepengurusan baru ini dapat mempertahankan nilai-nilai istiqomah yang telah dibangun oleh para sesepuh dan pengurus terdahulu agar organisasi tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Salah satu MWCNU yang paling produktif dakwahnya adalah Kembangan, baik dari sisi pengajian, kaderisasi, hingga integrasinya,” ujarnya.

Sebagaimana pesan almarhum Kiai Haji Nur Muhammad Iskandar, jika akarnya sudah kuat, maka setinggi apa pun goyangan dan cobaan di atas, insyaallah NU Kembangan akan terus kuat. “Saya berharap kekompakan ini terus dijaga sampai ke akar rumput karena kebesaran NU salah satunya kuat melalui MWC NU Kembangan,” tutur KH. A. Mahrus Iskandar dalam sambutannya.

Acara pelantikan ini ditutup dengan semangat kebersamaan untuk segera melangkah ke agenda berikutnya, yakni Musyawarah Kerja (Musker). Melalui Musker tersebut, pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu merumuskan program-program kerja yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Kembangan.

Prosesi pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh besar, di antaranya Mustasyar PCNU Jakarta Barat sekaligus Wakil Rais PWNU DKI Jakarta, KH. Zuhri Yaqub, serta Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. yang memberikan tausiyah utama. Turut hadir jajaran PCNU Jakarta Barat, yakni Rais Syuriyah KH. A. Mahrus Iskandar, B.Sc. dan Ketua Tanfidziyah KH. Agus Salim, serta Dr. KH. Mujib Qulyubi selaku Guru Pengajian MWCNU Kembangan. Acara ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) wilayah Kecamatan Kembangan serta anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, antara lain Hj. Inad Luciawaty dan H. Ahmad Ruslan.

(Delia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.