Baznas Dirikan Empat Tenda Sekolah untuk Ratusan Anak di Gaza

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi mengoperasikan empat unit tenda sekolah bagi anak-anak pengungsi di wilayah Az-Zawayda, Gaza Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons atas hancurnya fasilitas pendidikan formal akibat konflik yang berkepanjangan, sehingga kebutuhan akan ruang belajar darurat menjadi sangat mendesak.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut, kehadiran tenda sekolah ini sebagai bentuk komitmen berkelanjutan bangsa Indonesia dalam mendukung masa depan Palestina. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan semangat belajar anak-anak di tengah situasi sulit.

“Kami memahami bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam situasi perang. Tenda-tenda ini adalah simbol harapan agar anak-anak Gaza tetap memiliki akses terhadap ilmu pengetahuan,” jelas Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Pembangunan sekolah darurat yang berlokasi di dekat Kamp “Ard Az-Zaitoun” ini disebutnya menampung sekitar 550 hingga 600 pelajar, baik laki-laki maupun perempuan. Fasilitas ini juga akan menerapkan sistem pendidikan formal dengan menggunakan kurikulum asli Palestina guna memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Menurutnya, selain materi akademik, sekolah ini juga membuka program tambahan berupa kelas pendidikan dan hafalan Al-Qur’an yang sejauh ini telah diminati oleh sekitar 100 pendaftar. Sodik Mudjahid menegaskan, BAZNAS akan terus mengawal operasional sekolah ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh para pengungsi di wilayah Az-Zawayda dan sekitarnya.

“Pengawasan operasional di lapangan dilakukan langsung oleh mitra lokal, Darul Quran Alkarim Wassunah, guna menjamin distribusi bantuan dan proses belajar berjalan lancar. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan psikologis anak-anak Gaza melalui lingkungan sekolah yang aman dan terstruktur di tengah keterbatasan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Sodik menjelaskan, untuk menjaga efektivitas belajar, jadwal kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi empat sesi berdasarkan gender dan tingkatan kelas, mulai dari jenjang SD hingga SMP. Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas empat unit tenda yang tersedia di lokasi pengungsian tersebut.

Kehadiran sekolah darurat ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh anak-anak di Gaza yang telah lama merindukan suasana belajar. Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti sekolah darurat saat anak-anak tersebut secara serempak meneriakkan orasi yang menegaskan identitas dan kehormatan bangsa mereka. Dengan suara lantang, mereka berseru, “Kemuliaan dan keabadian bagi para syuhada kita yang saleh dan Al-Quds milik kita”

Seruan ini menjadi bukti bahwa selain mengejar ilmu pengetahuan, sekolah darurat ini juga menjadi ruang bagi generasi muda Gaza untuk merawat ingatan dan harapan akan masa depan tanah air mereka.

Mari lanjutkan aksi nyata ini dengan meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.

BSI 100.426.6893

a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Atau melalui: baznas.go.id/bantupalestina (hud/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.