Rapat Pleno Menuju Muktamar NU Alot tapi Cair

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Pleno untuk menentukan tempat dan tanggal hari pelaksanaan Musyawarah Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Munas & Konbes) NU. Rapat Pleno diselenggarakan di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (21/05).

Rapat Pleno diikuti sekitar 100 peserta dari unsur pimpinan PBNU, Lembaga dan Banom PBNU serta perwakilan PWNU, PCNU se Indonesia melalui sambungan vidio zoom yang di sediakan oleh panitia.

Hadir pula sejumla ulama, kiai dan tokoh NU serta pejabat negara menyimak penuh hikmat perjalanan rapat.

Rapat Pleno dimulai pukul 13.30 sampai selesai. Tampak beberapa peserta terlebih dahulu memenuhi ruang rapat sambil menunggu kedatangan para petinggi PBNU. Selang beberapa menit, Rais Aam PBNU hadir bersama Ketua Umum dan langsung memulai acara rapat tanpa ada acara seremonial.

Meskipun sebelum rapat mulai, rapat sempat di skorsing oleh Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori yang memimpin rapat, karena rapat dinyatakan belum kourum, disebabkan banyaknya peserta yang tidak absen melalui barkot kehadiran. Namun, ahirnya absen barkot bergulir diantara peserta dan ahirnya beberapa menit mulai.

Di awal rapat pleno, suasana sempat terjadi ketegangan antar peserta lantaran ada beberapa persoalan yang selama ini menjadi penyebab kekisruhan para petinggi PBNU. Seperti, masalah tambang, SK dan digdaya.

Namun, ahirnya rapat menjadi cair dan ketawa ketiwi diantara peserta, setelah Ketua umum, Rais Aam dan Sekjen menjelaskan dan tabayyun secara terbuka mengenai permasalahan yang terjadi.

“Jadi, memang banyak kendala di lapangan terkait SK yang belum saya tandatangani. Saya mohon maaf,” ujar Sekjen Saifullah Yusuf.

Kemudian, Rais Aam KH Miftachul Akhyar sebagai pemimpin tertinggi di PBNU yang juga memimpin Rapat Pleno, mengiyakan masalah kendala di lapangan. Dan di susul seluruh peserta rapat yang sepakat bahwa masalah di atas akan di selesaikan di agenda besar Munas dan Konbes NU yang akan di laksanakan pada ahir Juni mendatang. (hud).

Leave A Reply

Your email address will not be published.