RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Shopee Barokah resmi menyerahkan hewan kurban berupa sapi jenis limosin seberat 1 ton lebih kepada NU Care-LAZISNU PBNU dalam menyambut Hari Raya Iduladha. Serah terima dilakukan di pelataran Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Selasa, (26/05/26).
Sapi limosin berukuran jumbo tersebut bersumber dari peternakan binaan LAZISNU di Rumpin, Bogor, dan dialokasikan untuk masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al-Manar, Depok—sebuah pesantren bersejarah yang berbatasan langsung dengan komunitas marginal di pinggiran sungai.
Director of Public Policy Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, menegaskan bahwa penyerahan ini merupakan komitmen jangka panjang Shopee dalam mendukung program keagamaan sekaligus aksi kemanusiaan di Indonesia. Melalui optimalisasi era digital, Shopee Barakah kini mempermudah masyarakat untuk berkurban lewat program kemitraan yang dinilai semakin inklusif dan transparan.
“Jadi tidak hanya memang produk-produk yang berhubungan dengan kewajiban atau sunnah sebagai umat Islam, tapi juga produk-produk ataupun program yang kita lakukan demi kemanusiaan. Dari kami, kami hanya punya sistem sebenarnya, tapi untuk bentuk layanannya atau jasanya seperti apa itu, justru teman-teman dari PBNU yang lebih tahu, bahkan bisa menyalurkan hingga yang dibutuhkan,” ujar Radityo.
Ia juga menambahkan bahwa Shopee kini menyesuaikan program kurban agar lebih terjangkau, di mana pengguna bisa berkurban mulai dari harga Rp1 jutaan, termasuk kemudahan membeli paket patungan sepertujuh sapi tanpa harus mencari kelompok sendiri secara manual.

Sementara itu, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, mengapresiasi konsistensi Shopee yang setiap tahunnya selalu setia menggandeng LAZISNU dengan menyumbangkan hewan kurban berkualitas terbaik. Riri juga mengungkapkan bahwa sapi limosin yang diserahkan ini memiliki nilai pemberdayaan karena bersumber langsung dari ekosistem peternakan internal mereka sendiri.
“Jadi peternakan ini adalah peternakan yang merupakan jaringan dari NU Care-LAZISNU sendiri. Dari Bogor, dan peternakan itu juga dikelola oleh teman-teman LAZISNU,” ungkap Riri.
Wasekjen PBNU sekaligus Dewan Penasihat NU Care-LAZISNU, Ahmad Ginanjar Sya’ban, menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara lembaga keagamaan dan platform digital swasta seperti ini sudah menjadi keharusan di era modern demi kemaslahatan umat yang lebih luas.
“Ke depan tidak mungkin kita ini bisa melakukan program-program keagamaan, pemerintahan, termasuk halnya dalam bidang perniagaan ini tanpa melibatkan kolaborasi positif antar berbagai pihak ini ya,” pungkasnya.
(Anisa)