RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Tahun Baru Hijriah merupakan salah satu momentum penting dalam kalender Islam yang diperingati setiap tanggal 1 Muharam.
Umat Islam dianjurkan menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbarui niat, memperbanyak amal saleh, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah.
Anjuran memperbanyak doa pada bulan Muharam telah disebutkan oleh para ulama. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi’i (wafat 1335 H) dalam kitabnya menjelaskan bahwa Muharam merupakan bulan yang agung dan penuh keutamaan.
Selain dikenal sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan, berbagai amalan doa yang dilakukan pada bulan ini juga memiliki landasan dalam sejumlah atsar serta mengandung banyak keberkahan bagi orang yang mengamalkannya.
اعْلَمْ أَنَّ الْمُحَرَّمَ شَهْرٌ عَظِيمٌ، وَفَضْلُهُ كَثِيرٌ عَمِيمٌ، وَهُوَ أَفْضَلُ الشُّهُورِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ، وَالدُّعَاءُ فِي الْمُحَرَّمِ مَأْثُورٌ، وَخَيْرُهُ مَوْفُورٌ
“Ketahuilah bahwa bulan Muharram merupakan bulan yang agung, memiliki banyak keutamaan yang luas dan melimpah. Bulan ini merupakan bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan. Berdoa pada bulan Muharram juga memiliki dasar yang diriwayatkan dalam berbagai atsar, dan kebaikannya sangat banyak serta berlimpah.” (Kanzun Najah wa as-Surur [Beirut: Dar al-Hawi], h. 64)
Doa Akhir Tahun Hijriah
Salah satu amalan yang banyak diamalkan oleh kaum Muslimin menjelang pergantian tahun Hijriah adalah membaca doa akhir tahun.
Doa tersebut dibaca pada sore hari setelah shalat Ashar tanggal 29 atau 30 Dzulhijah hingga sebelum masuk waktu Magrib yang menandai datangnya 1 Muharam.
Isi doa ini merupakan ungkapan permohonan ampun kepada Allah atas segala dosa, kesalahan, dan kelalaian yang telah dilakukan sepanjang tahun. Di samping itu, doa ini juga berisi harapan agar seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan diterima oleh Allah dan menjadi bekal keberuntungan di masa mendatang. Berikut lafaz doa, latin, dan terjemahannya:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Wa ṣallallāhu ta’ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam. Allāhumma mā ‘amiltu min ‘amalin fī as-sanah al-māḍiyah mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu wa lam tarḍahu, wa nasītuhu wa lam tansahu, wa ḥalumta ‘annī ma’a qudratika ‘alā ‘uqūbatī, wa da’autanī ilā at-taubati ba‘da jarā’atī ‘alaika. Allāhumma innī astaghfiruka minhu faghfir lī. Allāhumma wa mā ‘amiltu min ‘amalin tarḍāhu wa wa‘adtanī ‘alaihi ats-tsawāba wal-ghufrāna fataqabbalhu minnī, wa lā taqṭa’ rajā’ī minka yā Karīmu yā Arḥamar-Rāḥimīn. Wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Ya Allah, apa saja amalan yang telah aku lakukan sepanjang tahun yang lalu, yang Engkau larang aku melakukannya, namun aku belum bertobat darinya dan Engkau pun tidak meridhainya, dan aku telah melupakannya tetapi Engkau tidak lupa, Engkau masih berlembut kepadaku meskipun Engkau mampu menghukumku, dan Engkau telah menyeruku untuk bertobat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu. Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu darinya, maka ampunilah aku. Ya Allah, dan apa pun amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridai dan Engkau janjikan untukku pahala dan ampunan, maka terimalah amal itu dariku, dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang dari para penyayang. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, serta keluarga dan sahabat beliau.”
Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun
Para ulama juga menyebutkan sejumlah keutamaan dari amalan ini. Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki menerangkan bahwa doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.
Dalam keterangannya disebutkan bahwa apabila seseorang membacanya dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, maka setan akan mengakui kegagalannya dalam menyesatkan manusia selama setahun penuh.
Lantaran, seluruh usaha yang telah dilakukannya selama setahun untuk menyesatkan manusia seakan-akan menjadi sia-sia dan lenyap hanya dalam waktu yang singkat.
يُقْرَأُ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، وَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ
“Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat saja!” (Kanzun Najah wa as-Surur [Beirut: Dar al-Hawi], h. 298-299)
Keterangan di atas menunjukkan betapa besar nilai muhasabah, istighfar, dan taubat yang terkandung dalam doa akhir tahun.
Melalui doa ini, seorang Muslim diajak untuk menutup lembaran tahun yang telah berlalu dengan penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan sekaligus harapan agar amal-amal baiknya diterima oleh Allah.
Pada akhirnya, pergantian tahun bukan sekadar pergantian waktu melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Dengan memperbanyak bacaan doa, istighfar, dan amal saleh di penghujung tahun, harapannya seseorang dapat memasuki Tahun Baru Islam 1448 H dengan hati yang lebih bersih, dan tekad yang lebih kuat.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan yang telah lalu, menerima seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan, serta melimpahkan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.
Doa Awal Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Awal Tahun Hijriah
Setelah masuk waktu Magrib yang menandai datangnya tanggal 1 Muharam, umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun. Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan hawa nafsu, sekaligus harapan agar tahun yang baru dipenuhi dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada-Nya. Berikut lafaz doa, latin, sekaligus artinya:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تَمْلأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُوراً، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالْإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin ṣalātan tamla’u khazā’inallāhi nūran, wa takūnu lanā walil-mu’minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallim taslīman katsīrān. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā faḍlikal-‘aẓīmi wa karīmi jūdikal-‘amīm al-mu’awwal, wa hāżā ‘āmun jadīdun qad aqbala. As’alukal-‘iṣmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī, wal-‘auna ‘alā hāżihin-nafsi-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā żal-jalāli wal-ikrām. Wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka.”
Keutamaan Membaca Doa Awal Tahun
Para ulama juga menjelaskan sejumlah keutamaan dari amalan ini. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi’i (wafat 1335 H) dalam kitabnya menuturkan bahwa orang yang mengamalkannya akan memperoleh penjagaan dari gangguan setan dan para pengikutnya sepanjang tahun yang akan dijalani.
يَقْرَؤُهُ ثَلَاثًا؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: اسْتَأْمَنَ عَلَى نَفْسِهِ فِيمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِهِ، وَتُوُكِّلَ بِهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَتْبَاعِهِ
“Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Ia telah mengamankan dirinya untuk sisa umurnya. Lalu dua malaikat ditugaskan untuk menjaganya dari setan dan para pengikutnya.” (Kanzun Najah wa As-Surur [Beirut: Dar Al-Hawi], h. 68-69)
Demikianlah bacaan doa awal tahun Hijriah yang dianjurkan. Pergantian tahun pada hakikatnya bukan sekadar peristiwa bergantinya angka dalam kalender melainkan momentum untuk memperbarui tekad, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Karenanya, mengawali tahun baru dengan doa dan harapan yang baik merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang diajarkan para ulama.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, menjaga kita dari berbagai keburukan, serta melimpahkan keberkahan, kemudahan, dan kebaikan yang lebih luas di Tahun Baru Islam 1448 H. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn. (hud/bsm).