Dampingi Rais ‘Aam Tinjau Arena Muktamar, Sekjen PBNU: Persiapan Sudah Melampaui 85 Persen

0

RISALAH NU ONLINE, JOMBANG — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Langkah pematangan ini dilakukan melalui peninjauan langsung infrastruktur arena muktamar serta perhelatan majelis istighosah dan doa bersama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) malam.

Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mendampingi Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meninjau perkembangan fisik dan infrastruktur lokasi. Tinjauan menyasar kesiapan tempat persidangan hingga lokasi pembukaan guna memastikan seluruh sarana penunjang berjalan sesuai rencana.

Gus Ipul mengungkapkan, memasuki sepekan menjelang acara pembukaan, progres persiapan tempat dan fasilitas penunjang di arena muktamar telah melampaui 85 persen.

“Kami mendampingi Rais ‘Aam untuk melihat secara langsung perkembangan persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Secara keseluruhan persiapan sudah lebih dari 85 persen,” ujar Gus Ipul. Sisa waktu menuju hari pelaksanaannya akan dimanfaatkan maksimal oleh panitia pusat maupun panitia lokal Tambakberas untuk merampungkan seluruh fasilitas.

Selain persiapan fisik, PBNU bersama ribuan santri dan kader badan otonom (Banom) seperti ISHARI melengkapi rangkaian kegiatan dengan ikhtiar spiritual berupa istighosah dan doa bersama. Majelis doa ini digelar sebagai landasan batin agar perhelatan tertinggi Nahdliyin tersebut berjalan aman, lancar, dan penuh keberkahan.

“Ini bagian dari memohon pertolongan kepada Allah agar ikhtiar-ikhtiar yang sudah kita lakukan untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU bisa berjalan dengan baik, penuh berkah. Yang sulit dimudahkan, yang rumit bisa diurai,” tutur Gus Ipul usai gelaran istighosah.

Di sela kegiatan tersebut, Gus Ipul turut merespons maraknya spekulasi di media sosial mengenai persiapan maupun mekanisme organisasi, termasuk pengusulan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk memilih Rais ‘Aam. Ia menegaskan, penetapan lokasi di Tambakberas hingga penyusunan materi persidangan merupakan tindak lanjut keputusan resmi PBNU, Munas, dan Konbes NU, serta mengacu pada AD/ART.

“Seluruh rangkaian muktamar ini diproses melalui mekanisme yang ada di jamiyyah NU, tidak ada yang diputus sendiri. Mekanismenya sudah paten dan baku,” tegasnya.

Gus Ipul mengimbau para kader dan pengurus NU agar tetap tenang, menjaga etika kesantrian, serta tidak terpengaruh informasi yang belum pasti di media sosial. Sesuai aturan, pengusulan AHWA menjadi kewenangan jajaran Syuriyah di tingkat Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) melalui rapat resmi sebelum diserahkan saat proses registrasi.

(Anisa/rls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.