RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah melakukan survei final terhadap lima pondok pesantren di lima provinsi yang menjadi kandidat kuat lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Penentuan lokasi final ini dijadwalkan bakal diputuskan secara resmi dalam Rapat Harian Syuriah-Tanfidziyah PBNU pada Selasa, 7 Juli mendatang.
Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni mengungkapkan bahwa tim survei yang dipimpin langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Muktamar, KH. Ahmad Said Asrori, dan Sekretaris SC, Prof. Dr. Mohammad Nuh, akan turun ke lapangan pada akhir pekan ini.
”Tim survei ini akan segera melakukan tugas survei hari Sabtu dan Minggu yang akan datang. Hasilnya akan segera dilaporkan pada rapat harian Syuriah-Tanfidziyah Selasa depan. Insyaallah saat itu sudah bisa diputuskan lokasi muktamar yang final,” ujar Amin saat memberikan keterangan kepada media usai Rapat Harian Tanfidziyah di Jakarta, Kamis, (2/7/26).
Amin memaparkan, kelima titik lokasi calon tuan rumah tersebut dipilih berdasarkan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar sebelumnya.
Kelimanya adalah Pesantren Shine Al-Falah di Padang (Sumatera Barat), Pondok Pesantren Al-Hamid di Jakarta, Pondok Pesantren Darurrahman Jakarta, Salah satu pesantren di Cirebon (Buntet, Babakan, Kempek), Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Qamarul Huda di Lombok (Nusa Tenggara Barat).
Serta Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang (Jawa Timur), beliau memberikan catatan bahwa lokasi tersebut disurvei secara spesifik sebagai alternatif tempat upacara pembukaan Muktamar.
”Titik-titiknya sudah ditentukan tadi dalam rapat panitia. Hasil dari survei fisik dan kelayakan fasilitas di lima wilayah ini yang akan menjadi dasar pertimbangan utama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah,” lanjutnya.
Selain membahas survey lokasi, Rapat Harian PBNU juga melaporkan percepatan finalisasi materi Muktamar, termasuk draf perubahan AD/ART dan pembahasan masalah keagamaan (Bahtsul Masa’il) seperti waqi’iyyah, maudhu’iyyah, dan qanuniyah, serta validasi Daftar Peserta Sementara (DPS) yang saat ini telah mencakup lebih dari 400 cabang dan wilayah se-Indonesia.
Pihak PBNU menargetkan seluruh kesiapan teknis, baik lokasi absolut maupun Daftar Peserta Tetap (DPT) Muktamar ke-35, sudah dapat diumumkan secara resmi pada pertengahan Juli ini.
(Anisa)
Semoga dilaksanakan di tempat yang menjamin netralitas intervensi eksternal