Beda Pilihan, Gus Kikin Minta Muktamarin Tetap Rukun dan Jaga Kebersamaan

0

RISALAH NU ONLINE, JOMBANG — Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah dinamika Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Meski proses pemilihan berlangsung hangat, Gus Kikin menegaskan bahwa persaudaraan serta kebersamaan harus tetap menjadi prioritas utama.

Hal tersebut disampaikan Gus Kikin saat ditemui awak media di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, perbedaan pandangan dan pilihan politik organisasi merupakan hal yang wajar dalam demokrasi NU.

“Apapun perbedaan, kita harus tetap rukun. Jangan ada perbedaan terus kemudian nggak rukun. Jadi NU itu tempat untuk kita membangun kebersamaan, membangun ukhuwah,” ujar Gus Kikin.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin sempat menyinggung dinamika pembahasan mekanisme pemilihan pimpinan, termasuk usulan opsi perubahan melalui sistem semi-AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi). Ia menilai perubahan mekanisme merupakan bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan zaman agar proses pemilihan berjalan murni, bersih, dan bebas dari intervensi.

Meskipun dinamika persidangan dan pengumpulan suara oleh para muktamirin berjalan alot hingga memakan waktu, Gus Kikin memandang positif seluruh jalannya proses tersebut. Menurutnya, esensi utama dari Muktamar bukan sekadar perebutan posisi, melainkan momentum silaturahmi nasional.

Terkait dengan kriteria sosok ulama yang akan masuk dalam jajaran AHWA, Gus Kikin berharap muktamirin dapat memilih tokoh-tokoh terbaik demi kemajuan organisasi.

“Harapannya yang terbaik. Yang alim, yang saleh, yang terbaiklah. Tapi bagaimanapun juga tergantung dari muktamirin. Harapan kita selalu yang terbaik supaya bisa mendapatkan keputusan dan hasil terbaik dari Muktamar ini,” tambahnya.

Gus Kikin mengingatkan bahwa siapapun yang nantinya terpilih atau menang dalam perhelatan Muktamar ini, sikap saling merangkul dan mengakomodasi semua pihak harus tetap dijaga. Kebersamaan NU menjadi modal utama karena kontribusi jam’iyah NU sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara Indonesia.

Gus Kikin menegaskan, penguatan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah adalah agenda jangka panjang yang tidak boleh tercoreng oleh dinamika sesaat.

“Ya siapapun yang menang harus tetap rukun. Semua diakomodasi. Berbangsa, bernegara, beragama, kebersamaan itu untuk membangun ukhuwah dan persatuan. Itu sangat dibutuhkan ke depan,” tegas Gus Kikin dengan penuh optimisme. (dam/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.