Berkhidmah Melalui Lantunan Al-Qur’an di Muktamar NU ke 35

0

Risalah NU Jombang – Berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama (NU) tidak harus dilakukan dengan menjadi pengurus atau panitia dalam hajatan NU. Majelis Riyadhoh Qur’an Indonesia memiliki cara sendiri, yaitu dengan menggelar sima’an Al-Qur’an 30 juz selama perhelatan Muktamar NU ke 35 yang diselenggarakan pada tanggal 26-31 Agustus 2026.

Berlokasi di sebuah rumah sekaligus warung makan yang disewa di Jl. Kh. Wahab Hasbullah, majelis ini melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an setiap ba’da subuh hingga selesai 30 juz. Lokasi ini juga tidak jauh dari beberapa titik utama tempat dilangsungkannya sidang muktamar.

Irfan Prasetyo, salah satu tim penyelenggara sema’an Al-Qur’an mengatakan bahwa sema’an dilaksanakan selama muktamar berlangsung, bahkan sejak sebelum dimulai. Pembaca Al-Qur’an secara bergantian setiap hari antara putra dan putri.

“Dari tanggal 25 sampai selesai. Hari ini putra, besok putri. Dan tidak boleh dibandrek (istilah dari Jogja, yaitu proses membaca Al-Qur’an secara bersamaan banyak orang bukan secara berurutan dari awal sampai akhir). Kebanyakan yang membaca adalah alumni riyadhoh membaca Al-Qur’an di tanah suci. Kebetulan ini tadi yang membaca putra, ini mas Burhan dan ini mas Jamal,” jelasnya.

Para pembaca yang juga alumni Majelis Riyadhoh Al-Qur’an Indonesia ketika dihubungi langsung menyatakan kesiapannya. Bagi mereka, jalan ini adalah salah satu upaya untuk berkhidmat kepada NU karena mereka di luar struktural juga ingin berkhidmat.

“Jadi ini karena cintanya kepada NU. Jadi barangkali do’anya didengarkan oleh yang Mahakuasa, menjadi lantaran Muktamar lancar dan menghasilkan yang terbaik untuk NU dan bangsa,” katanya Irfan.

Penulis: Ibnu A’thoillah

Leave A Reply

Your email address will not be published.