Ketua OC Minta Hentikan Narasi Pembelahan Pasca Muktamar, Tim Materi Apresiasi Penerapan AHWA

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Jum’at (04/09), Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan berbagai spekulasi dan narasi pembelahan pasca Muktamar NU, termasuk isu keterlibatan organisasi eksternal seperti PMII maupun HMI. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah kepentingan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Yang penting saya ingin, ya, teman-teman sampaikan bahwa Muktamar telah selesai, ya. Kami kemarin juga sampaikan, komentar-komentar yang enggak penting, yang enggak perlu, gitu hendaknya bisa dihentikan, ya. Tidak ada urusan PMII, HMI di dalam Muktamar ini. Tidak ada urusan PMII, HMI. Ini ada urusan Nahdlatul Ulama. Jangan direduksi, jangan dikecilkan menjadi urusan PMII dan HMI, ya. Tidak ada urusannya itu,” tegasnya saat jumpa pers di Jakarta.

Menanggapi rumor mengenai adanya usulan “paket Istana” dalam proses pemilihan kepemimpinan, Gus Ipul membantah hal tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan nama Ahwa murni berasal dari tingkatan cabang dan wilayah melalui mekanisme musyawarah yang transparan.

“Itu saya pastikan tidak ada. Makanya tadi saya sampaikan prosesnya semua transparan, bersaing secara sehat, semua juga mengajukan usulan-usulannya, ya. Baik Ahwa dan lain sebagainya, itu kan usulan dari cabang dan wilayah. Diproses secara transparan melalui rapat harian Syuriah di tingkatan masing-masing. Jadi itu prosesnya terbuka dan transparan. Tidak ada paket Istana, ya. Yang ada ini adalah paket dari peserta Muktamar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Materi Organisasi Muktamar NU ke-35, Idy Muzayyad menyampaikan apresiasi atas penerapan mekanisme baru pemilihan ketua umum PBNU, yang tidak lagi menggunakan sistem one man one vote tetapi ditentukan oleh ahlul halli wal aqdi (AHWA) setelah tahapan penjaringan oleh PWNU dan PCNU.

“Muktamirin telah memilih jalan baru al akhdzu bil jadidil aslah, mengambil hal baru yang lebih baik, Insyaallah lebih berkah. Amin,” ungkap Idy.

Dengan hasil penjaringan suara yang demkian maka tidak ada yang dipermalukan, tidak ada pembelahan pasca muktamar serta menghindari permusuhan berkelanjutan sesama kader NU.

“Sistem tersebut ke depan akan semakin dapat menjaga marwah NU, dengan menghindari atau setidaknya mengurangi praktek-praktek yang tidak terpuji yang mengiringingi proses pemilihan,” pungkasnya. (hud/nis).

Leave A Reply

Your email address will not be published.