Umumkan Kepengurusan Baru, PBNU Usung Isu Palestina hingga Inklusivitas Kepemimpinan  

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan struktur kepengurusan barunya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/9/2026) Malam. Dalam pengumuman tersebut, PBNU menegaskan komitmen keberlanjutan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, sekaligus menghadirkan susunan kepemimpinan yang lebih inklusif dan merangkul berbagai kalangan.

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) menyampaikan bahwa simbol kepedulian terhadap Palestina yang ditunjukkan pengurus merupakan bagian dari sikap historis organisasi. Sikap ini sudah ditanamkan oleh para pendiri NU sejak era sebelum kemerdekaan Indonesia.

“Ini sebetulnya ini memang isu yang yang belakangan ini ada belakangan, tetapi isu yang sudah sangat lama. Ini sejak dari tahun tahun ya 38, 39 itu zaman KH Hasyim Asy’ari, Hadratussyaikh sebagai Muassis NU dulu sudah menyuarakan untuk kemerdekaan Palestina. Nah kita lanjutkan lagi,” ujar Kiai Kikin.

Dukungan moral dan spiritual tersebut ditindaklanjuti dengan instruksi gerakan doa bersama bagi masyarakat Palestina. Rais Syuriah PBNU, KH Cholil Nafis menekankan pentingnya peran doa sebagai senjata umat dalam mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Yang biasa di sudah di sampaikan tadi dalam pengantarnya, kita diinstruksikan untuk mujahadah. Ad-du’a silahul mukmin, doa itu adalah senjatanya orang mukmin, maka kita mujahadah mendoakan diberi kekuatan para pejuang Palestina,” kata Kiai Cholil.

“Jadi bukan hanya bantuan pada Palestina, tapi adalah untuk kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

Selain isu global, kepengurusan PBNU periode ini menonjolkan aspek inklusivitas. PBNU merangkul tokoh-tokoh karismatik pesantren seperti KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), sekaligus membuka ruang luas bagi generasi muda, pakar teknologi digital, hingga kelompok disabilitas.

“Pengurus baru ini tentu ada kombinasi antara pengurus yang milenial, bahkan yang siap untuk menyapa Gen Z itu ada. Jadi nanti formatnya kepengurusan yang sekarang itu mengakomodir tentang perkembangan teknologi digital, AI… juga kelompok disabilitas itu masuk di dalam kepengurusan kita,” jelas Kiai Cholil.

Dengan komposisi baru ini, PBNU menargetkan prosesi pelantikan pengurus dapat dilaksanakan di Jakarta bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional. PBNU berharap struktur ini mampu menjadikan NU sebagai rumah besar yang responsif terhadap tantangan zaman tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.