Teologi Disabilitas Menurut Cak Fu: Memaknai Ulang Kesempurnaan Ciptaan

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad menantang paradigma masyarakat terkait penyandang disabilitas. Hal tersebut ia sampaikan dalam Seminar Nasional Pra-KUPI III. Tokoh yang akrab disapa Cak Fu ini mengkritik kebiasaan masyarakat yang sering melabeli kondisi fisik disabilitas sebagai bentuk ketidaksempurnaan.

“Teman-teman, saudara-saudara kita yang lahir kemudian tangannya kecil, kakinya kecil, lahir sudah tidak bisa melihat, itu kan sebagian besar oleh masyarakat kita disebut sebagai makhluk yang tidak sempurna,” ujar Cak Fu dalam sesi diskusi sebagaimana dikutip dari siaran langsung kanal YouTube resmi penyelenggara pada Jumat (9/10/2026).

Ia menegaskan bahwa pelabelan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar teologi Islam. Menurutnya, meyakini Tuhan Maha Sempurna berarti harus meyakini pula kesempurnaan setiap ciptaan-Nya.

“Padahal di sisi yang sama kita sedang meyakini bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala adalah Zat yang maha sempurna, maka mustahil yang maha sempurna itu melakukan sesuatu yang tidak sempurna,” tegasnya.

Cak Fu menjelaskan bahwa pandangan ini lahir dari refleksi personalnya saat menafsirkan Surah At-Tin. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali cara pandang tersebut agar martabat penyandang disabilitas dapat dipulihkan.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Inayah Wahid selaku moderator seminar. Ia menambahkan celetukan humoris mengenai kesamaan penderitaan masyarakat di akhir bulan tanpa memandang latar belakang.

“Ternyata semuanya ya, difabel enggak difabel, tanggal tua ya menderita. Dan difabel enggak difabel apapun latar belakangnya, kita semua menderita karena sama-sama WNI,” selorohnya yang disambut tawa peserta.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.