RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pemerintah Malaysia menyampaikan pujian tinggi kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan jaringan pesantren di Indonesia atas perannya mempertahankan akidah Islam sejak masa kolonial. Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Perdana Menteri Malaysia, Ustaz Mohamad Raimi Ab Rahim saat melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), di Gedung PBNU Jakarta.
Dalam kesempatan itu, utusan Perdana Menteri Malaysia menegaskan komitmen negaranya untuk membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan PBNU di bawah kepemimpinan yang baru.
“NU dan rangkaian pasentren di Indonesia ini merupakan antara benteng akidah sewaktu zaman kolonial dulu, mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan pasti saja begitu penting dalam konteks menjaga amanah keilmuan turats,” kata Stafsus Raimi.
Ia melanjutkan, Malaysia siap memfasilitasi kolaborasi di berbagai bidang keilmuan, pendidikan, hingga isu-isu sosial keumuman. Selain itu, pihak Malaysia menyerahkan undangan resmi bagi jajaran pimpinan PBNU untuk menghadiri majelis ilmu khatam kitab hadis Imam Tirmidzi yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November mendatang di Malaysia.
“Malaysia akan membuka ruang seluas-luasnya untuk kita bekerjasama, dan saya juga sampaikan jemputan dari kami di Malaysia untuk pimpinan NU khususnya Ketua Umum dan Setiausaha serta pimpinan yang lain untuk menghadiri satu majlis ilmu yaitu majlis khatam Imam Tirmizi,” terangnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyambut baik ikhtiar penjajakan kerja sama ini. Gus Kikin menilai silaturahmi ini sangat krusial mengingat banyaknya warga Nahdliyin yang berdomisili dan beraktivitas di Malaysia.
“Perlu di kawasan itu, kita menyambungkan hubungan-hubungan antara Indonesia dengan Malaysia, karena kami dari NU inilah kita, banyak warga NU itu ada di sana,” tutur Gus Kikin.
Mengenai detail teknis bentuk kerja sama ke depan, Gus Kikin menyampaikan bahwa PBNU dan pihak Malaysia akan mematangkan serta memusyawarahkan sektor-sektor strategis yang dapat dijalankan bersama secara berkelanjutan.
“Itu memungkinkan, itu dibuka nanti kerja sama. Kita belum bicara sejauh itu, tapi sudah kita singgung nanti kerja sama ke depan lagi. Bisa aja itu nanti kita bahas, mana yang bisa, bidang apa yang bisa dikerjasamakan,” tandas Gus Kikin.
(Anisa)