Kick Off Peringatan Hari Santri 2025, Gus Yahya Serukan Kawal Indonesia

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi meluncurkan rangkaian peringatan Hari Santri 2025 dalam acara Kick-off yang digelar di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/10/2025).

Acara yang mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia” ini menandai dimulainya serangkaian kegiatan untuk memperingati peristiwa bersejarah Resolusi Jihad yang telah digaungkan oleh Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, Muassis Nahdlatul Ulama.

Dalam agenda Kick-off Hari Santri 2025 ini juga dirangkaikan dengan pemutaran langsung video yang menayangkan momen ketika Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), turun langsung meninjau musibah ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sampang, Madura, yang terjadi pada 29 September 2025 lalu.

Peringatan Hari Santri 2025 terselenggara atas kerja sama antar berbagai lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan PBNU. Dalam sambutannya, Ketum PBNU KH menekankan hakikat pendidikan santri yang sejati.
“Santri itu tidak hanya belajar untuk mengisi akalnya saja tetapi juga riyadhah (tirakat) untuk membersihkan jiwanya,” ujarnya.

Gus Yahya, panggilan akrabnya, kemudian menjelaskan filosofi dari tema yang diusung tahun ini. “Pada tahun ini kita mengambil tema untuk Hari Santri kita ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia’,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penetapan Hari Santri merujuk pada Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan melawan penjajahan. “Semangat dasar dari Hari Santri itu adalah untuk mempertahankan, membela, dan terus memperjuangkan cita-cita NKRI. Semangat mengawal Indonesia Merdeka,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan di Jakarta dan diuji di Surabaya pada 10 November 1945, bukanlah akhir perjuangan.

“Indonesia merdeka bukan hanya sekadar mengumumkan kemerdekaan kita sendiri saja dan mengklaim nusantara sebagai wilayah milik kita sendiri. Kita bisa melihat visi dari negara Indonesia merdeka dan proklamasi itu adalah visi tentang peradaban mulia bagi bangsa itu sendiri,” jelasnya.

Ia mengemukakan tujuan dari peringatan Hari Santri, “agar segenap bangsa ini mengingat tujuan kita semua untuk mengawal cita-cita kemerdekaan Indonesia.”

Tahun ini, PBNU menerapkan konsep penyelenggaraan yang berbeda. Hari Santri 2025 tidak diselenggarakan secara terpusat, melainkan diarahkan untuk dilaksanakan secara tersebar di seluruh wilayah Indonesia. PBNU meminta seluruh pengurus NU di berbagai tingkat wilayah, cabang, dan ranting untuk menyemarakkan peringatan ini dengan berbagai kegiatan, seperti istighatsah, halaqah dan diskusi, serta perkemahan internasional. Puncak acara berupa apel akbar rencananya akan diselenggarakan di Malang pada 22 Oktober 2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) PBNU, KH Hodri Arief menyoroti konteks kekinian peringatan Hari Santri. Ia menyatakan bahwa Hari Santri 2025 untuk mengenang Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 harus dimaknai dalam konteks sekarang, termasuk di tengah musibah yang menimpa Ponpes Al Khoziny dan isu kemanusiaan di Gaza.

“Bagaimana kita bisa merawat semangat jihad dan semangat juang untuk melawan penjajahan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa momentum Hari Santri penting untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri) atas segala bentuk khidmah (pelayanan) di lingkungan Nahdlatul Ulama kepada para santri, nahdliyin, dan para muassis (pendiri).

KH Hodri Arief juga menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai keikhlasan dari para kiai dan menumbuhkan empati kepada siapa pun yang terkena musibah, merefleksikan semangat solidaritas yang menjadi jiwa dari perjuangan santri.

Acara kick-off ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Ketua Panitia Hari Santri PBNU KH Masyhuri Malik, serta perwakilan dari berbagai lembaga dan banom NU, menunjukkan keseriusan organisasi dalam menyambut dan memaknai Hari Santri tahun ini. (Ekalavya).

Leave A Reply

Your email address will not be published.