KDEI Taipei Soroti Peran Strategis Dai NU dalam Membina dan Mendampingi PMI

0

RISALAH NU ONLINE, TAIPEI – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menyoroti peran strategis para dai Nahdlatul Ulama dalam membina dan mendampingi Pekerja Migran Indonesia (PMI), seiring meningkatnya jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Taiwan yang kini mencapai sekitar 400 ribu orang.

Kepala Bagian Administrasi KDEI Taipei Wawan Kurniawan mengatakan bahwa kehadiran dai memiliki fungsi penting tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi PMI.

“Dengan meningkatnya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI), berbagai permasalahan sosial juga semakin banyak. Para dai memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual yang menyejukkan serta membangun kesadaran akan pentingnya kehidupan beragama yang harmonis,” ujar Wawan dalam pertemuan bersama rombongan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan tim dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Taipei, Minggu (22/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa organisasi keagamaan seperti PCINU Taiwan memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara PMI dan pemerintah Indonesia, khususnya bagi pekerja migran yang menghadapi persoalan hukum maupun sosial.

“Sehingga peran organisasi Islam sangat dibutuhkan untuk menjadi jembatan komunikasi,” tegasnya.

Menurut Wawan, masih terdapat PMI yang enggan melapor ketika menghadapi masalah karena khawatir dipulangkan ke Indonesia. Padahal, PMI yang memilih kabur dan menjadi pekerja ilegal justru kehilangan perlindungan hukum dan menghadapi risiko yang lebih besar.

Sementara itu, Ketua PCINU Taiwan Muhammad Ghofur menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim dakwah PBNU terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi diaspora Indonesia, termasuk melalui program Safari Ramadhan yang akan menugaskan enam dai di berbagai wilayah Taiwan.

“Program Safari Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga Muslim Indonesia di berbagai daerah di Taiwan,” ujarnya.

Selain pembinaan keagamaan, PCINU Taiwan juga tengah mempersiapkan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang direncanakan digelar di Sun Yat Sen Memorial Hall, Taipei.

Dai PBNU Ustadz Muhammad Taqiyuddin menambahkan bahwa program dakwah internasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan umat Islam Indonesia yang tinggal sebagai minoritas di berbagai negara.

“Kami berharap kehadiran para dai ini dapat memberikan manfaat dan penguatan keagamaan bagi warga Muslim Indonesia di Taiwan,” ujarnya.

(Anisa/Rifki)

Leave A Reply

Your email address will not be published.