RISALAH NU ONLINE, SRAGEN, JAWA TENGAH – Senin (13/04), Pondok Pesantren Walisongo Sragen melakukan terobosan dalam pengelolaan keuangan santri dengan menerapkan sistem transaksi nontunai (cashless). Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Sragen, KH Ma’ruf Islamuddin Dalam acara Naharul Ijtima dan Halal Bihalal RMI PWNU Jawa Tengah.
KH Ma’ruf menjelaskan bahwa sistem ini menggunakan kartu khusus serupa kartu uang elektronik yang digunakan untuk seluruh keperluan belanja santri di lingkungan pesantren.
“Santri kini tidak lagi membawa uang tunai. Mereka cukup menempelkan kartu (tap) untuk jajan atau belanja. Selain mengikuti perkembangan zaman, ini adalah solusi konkret untuk meminimalisir risiko kehilangan uang di asrama dan memudahkan orang tua memantau saldo anak-anak mereka,” ujar KH Ma’ruf
Inovasi ini tidak hanya menyasar internal santri, tetapi juga merangkul pelaku usaha mikro di sekitar pesantren melalui skema kemitraan (MoU). Para pedagang difasilitasi mesin transaksi digital agar ekosistem ekonomi pesantren tetap tumbuh secara modern dan transparan.
Sinergi Wakaf Uang untuk Pesantren se-Jateng
Dalam kesempatan yang sama, Rabitatul Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah juga memperkuat kemandirian ekonomi melalui penandatanganan kerja sama (MoU) dengan BSI Maslahat. Kerja sama ini berfokus pada peluncuran gerakan wakaf uang yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana prasarana pesantren di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Ketua RMI PWNU Jateng, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari program prioritas untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pesantren di bawah naungan NU.
“Kami ingin hadir lebih dari sekadar pelatihan SDM. Melalui gerakan wakaf uang bersama BSI Maslahat ini, kami berikhtiar memfasilitasi kebutuhan fisik dan fasilitas pondok-pondok pesantren agar lebih berkualitas,” jelas KH Ahmad Fadlullah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menekankan bahwa kemandirian ekonomi dan integritas manajerial adalah tulang punggung bagi eksistensi pesantren sebagai lembaga mandiri yang tetap berpegang pada nilai-nilai salaf namun adaptif terhadap regulasi dan teknologi modern.
Acara yang berlangsung di Kompleks Ponpes Walisongo Sragen ini turut dihadiri oleh Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Prof. Mahfud MD, serta jajaran pengurus PCNU dan pengasuh pesantren se-Solo Raya.
(Delia)