RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melanjutkan rangkaian safari diplomatik dengan mengunjungi Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026. Sebelumnya diplomasi juga dilakukan dengan Kedutaan Iran, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi jalur kedua yang dilakukan oleh PBNU untuk menjalin komunikasi dengan negara-negara sahabat terkait stabilitas global, khususnya mengenai perkembangan situasi perang Iran.
“Gus Yahya, seperti beliau lakukan terhadap dubes-dubes sebelumnya, pertama-tama ya beliau ingin menggali lah ya insight atau pandangan dari negara-negara sahabat ini, terutama negara-negara yang memang ada kaitannya dengan perang ini,” ujar KH. Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) merangkum poin diskusi.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Pakistan, Yang Mulia Zahid Hafeez Chaudhry, Gus Yahya menggali pandangan mengenai dinamika kawasan mengingat posisi strategis Pakistan dalam mendorong negosiasi dan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai.
“Nah, tentu Pakistan adalah negara yang penting karena Pakistan lah negara yang berhasil, tanda kutip, ‘memaksa’ Amerika Serikat dan Iran untuk duduk di dalam meja diplomasi melakukan negosiasi dan gencatan senjata. Dan Gus Yahya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada negara Pakistan karena inisiatif diplomatik yang dilakukan oleh negara ini,” katanya.
Diskusi yang berlangsung tersebut juga membahas mengenai pentingnya persatuan di antara negara-negara berpenduduk Muslim dalam menjaga perdamaian dunia. Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut adalah perlunya mewaspadai ambisi tertentu dari Israel di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan instabilitas jika terdapat keinginan untuk mendominasi kekuatan secara sepihak.
Pihak Kedutaan Besar Pakistan menyambut baik inisiatif PBNU dan berharap organisasi masyarakat Islam seperti NU dapat terus berperan aktif dalam mendorong upaya perdamaian melalui jalur dialog dan diplomasi.
“Ya termasuk mendorong pemimpin-pemimpin di negara masing-masing untuk terlibat di dalam upaya mengusahakan berhentinya perang ini melalui forum diplomasi gitu ya,” kata Gus Ulil.
Setelah pertemuan dengan pihak Pakistan, safari diplomatik ini dijadwalkan akan berlanjut ke Kedutaan Besar Rusia pada Jumat, 24 April 2026.
(Anisa).