Dr. KH. Saiful Amar, M.Si
(Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Tengah)
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاَتُهُ
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، اَللهُ أَكْبَرُ وَلَهُ الثَّنَاءُ مُؤَرَّجًا وَجَمِيْلًا، اَللهُ أَكْبَرُ مَا هَتَفَتْ بِهِ مُهَجُ الْحَجِيْجِ وَسَبَّحَتْهُ طَوِيْلًا، اَللهُ أَكْبَرُ مَا تَطَوَّفَ مُحْرِمٌ بِالْبَيْتِ أَوْ لَبَّى صَوْبَه تَبْتِيْلًا. اَللهُ أَكْبَرُ مَا أَفَاضَ الْمَشْعَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا رَمَى الْحَجِيْجُ الجِمَارَ وَكَبَّرُوْا، اَللهُ أَكْبَرُ مَا حَلَقَ الْحَجِيْجُ وَقَصَّرُوْا، اَللهُ أَكْبَرُ مَا نَحَرَ الْمُسْلِمُوْنَ الْأَضَاحِيَ وَاسْتَبْشَرُوا، اَللهُ أَكْبَرُ وَالْقُلُوْبُ مِنْهُمْ ضَارِعَةٌ للهِ تَشْكُرُوْا. اَللهُ أَكْبَرُ وَكُلُّ الْخَيْرِ وَالْبِرِّ وَالسُّرُوْرِ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ يُنشَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ إِنَّهُ عِيْدُ الْأَضْحَى الْأَزْهَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ إِنَّهُ يَوْمُ الْحَجِّ الْأَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا أَتَمَّ الْحَجِيْجُ مَنَاسِكَهُمْ وَتَطَهَّرُوْا. اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَسُبْحَانَ مُحْيِي الْأَمْوَاتِ، وَمُمِيتِ الْأَحْيَاءِ، وَمُدَبِّرِ أَمْرِ الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. حَكَمَ وَأَمْضَى، وَأَغْنَى وَأَقْنَى، وَأَضْحَكَ وَأَبْكَى، وَأَمَاتَ وَأَحْيَا، ذِي الْمَنَاظِرِ الْأَعْلَى، رَبِّ الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَلَا نِدَّ لَكَ، وَلَا مِثْلَ لَكَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، كَمَا أَعَزَّهُمْ بِهِ وَكَرَّمَ، وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ. إِنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ، وَعِيدُ الْمُؤْمِنِينَ، وَمَوْسِمُ الْحَجِّ لِلْمُسْلِمِينَ، وَغُفْرَانُ الذُّنُوبِ لِمَنْ حَجَّ وَاعْتَمَرَ. وَقَدْ فَازَ مَنْ تَقَرَّبَ بِالْأُضْحِيَّةِ وَاسْتَحْسَنَهَا، وَكُلُوا وَتَصَدَّقُوا لُحُومَهَا. أَمَّا بَعْدُ.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Kaum Muslimin dan Muslimat yang berbahagia
Hangatnya sinar matahari dari Timur, kedamaian dan ketentaraman yang tercermin dari wajah para jamaah adalah bukti betapa besar Nikmat yang Allah berikan kepada kita. Mungkin kita bisa meluangkan waktu pergi ke puskesmas, dokter umum, rumahsakit betapa sedih mereka disaat hari penuh bahagia ini. Marilah kita manfaatkan sehat ini dengan ucapan Alhamdulillah, dan tidak ada pilihan lain untuk senantiasa bersyukur, bertaqarrub, meningkat kan taqwa.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Al-Thalaq, 3-2).
Dengan menghayati kalimat takbir dan tahmid menunjukkan betapa kerdilnya manusia dihadapan Allah. Kepongahan, kesombongan, arogansi, takabbur yang disebabkan oleh kekuasaan, jabatan, kedudukan dan harta harusnya kita campakkan karena sejatinya kedudukan manusia adalah elemen terkecil dari seluruh sistem jagat raya. Sungguh bahagia orang yang selalu ingat kepada Allah dengan mengucap dzikir, takbir, tahmid, istighfar, shalawat. Terutama pada tanggal 10 Dzulhijjah ini, dan telah disempurnakan dengan puasa hari Tarwiyyah dan Arafah sebelumnya.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ. فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ. (رواه مسلم)
Dari Abi Qatadah bahwasannya Rasulullah s.a.w. ditanya tentang puasa hari Arafah. Beliau bersabda: Bahwa puasa pada hari itu dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu dan yang akan datang. (HR. Muslim).
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
Hari ini adalah hari istimewa di mana Allah menamakan sebagai Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban. Jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia sedang tenggelam dalam ibadah haji. Dan pada hari ini pula, kita mengenang peristiwa yang tercatat dalam histori al-Quran tentang tekad Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk memenuhi perintah Allah s.w.t.. Mereka datang dari berbagai benua, negara, dan pelosok negeri, meninggalkan segala urusan duniawi dengan mengorbankan harta, waktu, tenaga, dan bahkan harus dengan menunggu antrian kuota.
Semangat ukhuwah karena Allah mempertemukan di satu tempat, dengan bacaan yang sama, pakian yang sama, maksud yang sama, tujuan yang sama seolah-olah Arafah adalah potret Padang Mahsyar nanti. Ibadah haji mendidik kepada seluruh umat agar selalu bersatu, saling bantu membantu satu dengan yang lainnya. Tidak ada perbedaan suku, ras, warna kulit, bahasa, pangkat, kedudukan, semua harus menunaikan dengan cara yang sama. Bahkan kita dilarang menyakiti satu sama lain, tidak boleh berkata kotor, dan berdebat, sebagaiamana ditegaskan dalam al-Qur’an:
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat. (QS. Al-Baqarah, 197).
Semoga kita terinspirasi dengan pesan yang ada dibaliknya. Berdoa dan berusaha untuk dapat berkunjung ke Baitullah al-Haram. Kredit motor mampu, kredit mobil lunas, beli tanah oke, kredit rumah bisa kenapa untuk biaya haji tidak demikian. Jika dibandingkan semua, maka harga nominal ibadah haji di bawah itu semua. Ibadah haji adalah ibadah yang tidak membuat kapok, tanpa adanya penyesalan, justru membuat ketagihan bagi semua yang sudah pernah menjalankannya. Dengan dalih fastabiqul khoiroot bagi yang belum pernah menjalankannya, namun bagi yang sudah pernah bisa haji maka bisa diganti dengan thawaf dan sai ke rumah orang-orang miskin. Di dalam rumah-rumah orang yang membutuhkan diharapkan adanya uluran tangan dengan memberi dan bersedekah sebagaimana disampaikan oleh Ibnu al-Mubarak yang kisahnya disampaikan oleh al-Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah Wa An-Nihayah, juz 10, halaman 191.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
Kaum Muslimin dan Muslimat yang kami cintai
Selain disebut sebagai Hari Raya Haji yang secara filosofis berkaitan dengan Kisah perjalanan Nabi Ibrahim dan Ismail, pada hari ini juga disebut sebagai Hari Raya Qurban yang juga di dalamnya menceritakan kisah al-Quran tentang nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Dalam kehidupan sehari hari, sering kita jumpai hal-hal yang bersifat rasional (masuk akal) atau irrasional (tidak masuk akal).
Namun demikian, manusia dituntut untuk tetap patuh dan tunduk. Misalnya, menghormat bendera kenapa harus mengangkat tangan? Ini hal yang tidak logis, mengapa hormat harus demikian caranya? Contoh yang lain adalah menyetujui sesuatu agar berkekuatan hukum harus menggunakan materai? Mengapa surat yang tidak bermaterai tidak dapat dianggap resmi dan tidak punya kekuatan hukum?
Dalam Ushul Fiqh terdapat ibadah yang bersifat Taaqquli, yaitu ibadah yang bisa dirasionalisasikan dengan cara mengetahui illat-nya. Misalnya adalah hal yang berkaitan dengan muamalah, seperti jual beli, pernikahan, tentang halalnya makanan, zakat dan lain sebagainya. Transaksi haruslah tidak ada pihak yang dirugikan di mana hal itu menjadi syarat dan rukun sahnya akad. Pernikahan tidak sah jika tidak ada wali karena ia merupakan representasi dari pihak perempuan.
Selanjutnya adalah Ibadah yang bersifat Ta’abbudi, yaitu ritual yang sifatnya tidak rasional serta tidak diketahui Illat hukumnya. Ibadah semacam ini bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti shalat lima waktu, jumlah rakaat, tata cara berhaji, berpuasa dan lain sebagainya. Kenapa Rakaat Maghrib harus tiga? Kenapa Subuh hanya dua rakaat? Kenapa haji mengelilingi suatu bangunan yang hanya terbuat dari batu? Jawabannya adalah karena hal tersebut bersifat Ta’abbudi, yang tidak bisa diganggu gugat dan harus diterima apa adanya. Akal tidak mampu merasionalisasikannya, walaupun bisa, itu hanya sekedar mengambil hikmah disyariatkannya sebuah ibadah.
Contoh serupa bisa kita lihat dalam al-Qur’an, bagaimana akal kita mampu mecerna perintah Allah s.w.t. kepada Nabi Nuh untuk membuat bahtera di daerah pegunungan? Atau bagaimana perintah Allah kepada Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya yang hanya dari kayu sehingga mampu mengalahkan ahli sihir Fir’aun? Atau bagaimana perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail sebagai bentuk kurban?
Karena itu, kata kurban berasal dari Bahasa Arab, Qarraba-yuqarribu-qurbaanan yang berarti mendekatkan dirii. Tujuan berkurban adalah untuk menunjukkan dan meningkatkan totalitas kepatuhan kepada Allah. Karena yang mengantarkan kepada surga bukanlah daging hewannya, melainkan ketakwaan dan keikhlasannya.
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. (QS. Al-Hajj, 37).
Ketika keikhlasan ditanamkan maka kebahagianlah yang akan di dapat. Ketika Nabi ibrahim secara ikhlas ingin menyembelih anaknya atas perintah Allah yang dianggap tidak masuk akal, maka Allah ganti dengan dua kebahagiaan, yaitu pertama diganti dengan kambing (kabsh) dari surga, kedua keselamatan atas anaknya, Ismail. Allah maha memberi surprise, karena belum ada dalam sejarah orang yang rajin bersedekah, berkurban, berbagi bersama, dan dermawan langsung mendadak miskin. Allah menjanjikan tiga amalan yang digaransi pelakunya tidak akan menjadi faqir selamanya, yaitu (1) Ahli Sedekah, (2) orang yang baru pulang dari haji atau umrah, dan (3) menikah.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
Demikian uraian khutbah ini, semoga bisa memberikan dampak positif untuk kita. Sebagai manusia mukmin, memanjatkan doa kepada Allah s.w.t. merupakan suatu keniscayaan. Semoga ibadah, shalat, qurban, puasa, dan ibadah haji kita diterima oleh-Nya. Semoga kita diberikan kemudahan untuk bisa menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun yang akan datang sebelum ajal menjemput. Kita berdoa agar seluruh jamaah haji yang sedang berada di tanah suci diberikan keselamatan dan menjadi haji mabrur. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فِى هذَا الْعِيْدِ السَّعِيْدِ وَأَحَثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ، فَمَنْ أَطَاعَهُ فَهُوَ السَّعِيْدُ وَمَنْ أَعْرَضَ وَتَوَلَّى فَهُوَ فِى الضَّلاَلِ الْبَعِيْدِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلَهُ, أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. اَللّهُمَّ ارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ وَعَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا، اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمْسُلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اَللّهُمَّ أَصْلِحِ الرُعَاةَ وَالرَّعِيَّةَ وَاجْعَلْ إِنْدُوْنِيْسِيَّا وَدِيَارَ الْمُسْلِمِيْنَ آمِنَةً رَخِيَّةً، رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فىِ السِّرِّ وَالْعَلَنِ وَجَانِبُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
، اَللهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ.