Dari Arba’in Nawawi, Nawaning Bicara Cinta Rasul dan Negeri

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Peringatan Maulidur Rasulullah SAW 1448 H menjadi momentum Nawaning Nusantara DKI Jakarta untuk mengajak jamaah kembali mendalami keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui kajian Kitab Arba’in Nawawi yang digelar di Jakarta, Ahad (13/9/26). Kajian tersebut dirangkai dengan zikir bersama dan Munajat Cinta untuk Negeri sebagai doa bagi keselamatan Indonesia.

Koordinator Nawaning Nusantara DKI Jakarta, Ning Hj. Eka Fitri Rohmawati, yang akrab disapa Ning Afie, mengatakan peringatan Maulid Nabi semestinya tidak berhenti pada perayaan kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut perlu menjadi ruang untuk mengukur kembali bagaimana kecintaan kepada Nabi diwujudkan dalam kehidupan.

“Ketika kita memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kita harus merefleksikan diri bahwa yang pertama dan utama adalah cinta kepada Rasul. Dan ketika kita mencintai Rasul, maka amaliyah kita harus berusaha sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah SAW,” ujar Ning Afie.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup disampaikan melalui ungkapan lisan atau kegiatan seremonial. Kecintaan itu perlu diterjemahkan menjadi akhlak, kepedulian, keteladanan, dan amal yang membawa manfaat bagi orang lain.

Karena itu, kajian Kitab Arba’in Nawawi menjadi bagian penting dalam rangkaian Maulidur Rasul yang digelar Nawaning. Kitab yang memuat kumpulan hadis pilihan tersebut menjadi salah satu sarana untuk kembali memahami tuntunan Nabi dan merefleksikannya dalam kehidupan umat.

Ning Afie menilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama. Semakin seseorang mengenal dan mencintai Nabi, semakin besar pula dorongan untuk menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam keseharian.

Dari refleksi tentang kecintaan kepada Rasulullah itu, rangkaian kegiatan kemudian diarahkan pada doa untuk negeri. Melalui Munajat Cinta untuk Negeri, jamaah memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari musibah dan marabahaya, serta diberi kedamaian dan keberkahan.

“Kita berdoa agar Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang baik, aman, tenteram, dan mendapatkan keberkahan serta ampunan Allah SWT. Kita juga memohon agar bangsa Indonesia dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya,” kata Ning Afie.

Menurutnya, doa merupakan bagian dari ikhtiar batin yang dapat menyertai berbagai usaha nyata dalam menjaga kehidupan bangsa. Kepedulian terhadap keadaan negeri tidak hanya diwujudkan melalui tindakan sosial, tetapi juga melalui doa dan harapan agar masyarakat Indonesia senantiasa berada dalam keselamatan.

Munajat tersebut juga ditujukan bagi para pemimpin Indonesia. Nawaning Nusantara mendoakan agar para pemimpin di berbagai tingkatan memperoleh petunjuk dan kekuatan untuk menjalankan amanah serta mengutamakan kepentingan dan kemaslahatan rakyat.

“Kita mendoakan para pemimpin negeri ini agar menjadi pemimpin yang meneladani Rasulullah SAW. Pemimpin yang amanah, shiddiq, tabligh, dan fathanah, serta benar-benar memperjuangkan kemaslahatan rakyat Indonesia,” tutur Ning Afie.

Bagi Ning Afie, doa untuk Indonesia merupakan bagian dari kecintaan yang perlu dirawat bersama. Cinta kepada negeri dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, membantu sesama, dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

“Munajat Cinta untuk Negeri adalah doa yang lahir dari rasa cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, dan cinta kepada Indonesia. Semoga doa-doa yang kita panjatkan menjadi wasilah bagi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan negeri ini,” pungkasnya.

Rangkaian Maulidur Rasul tersebut mempertemukan kajian keislaman, zikir, dan doa untuk negeri dalam satu momentum. Melalui kajian Arba’in Nawawi, kecintaan kepada Rasulullah diharapkan tidak hanya menjadi ungkapan, tetapi terus tumbuh dalam akhlak dan amal, termasuk dalam kepedulian terhadap kehidupan bangsa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.