RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara resmi melepas relawan kemanusiaan untuk menangani serangkaian bencana alam yang tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia. Pelepasan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran suksesnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Selasa (22/9/26) malam.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian atas maraknya bencana alam seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung berapi, kekeringan, hingga ancaman banjir. Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor menegaskan bahwa seluruh elemen Ansor, Banser, hingga Rijalul Ansor harus bersatu padu dalam membantu masyarakat yang terdampak di berbagai daerah.
“Tugasnya Ansor ini adalah melakukan manajemen kebencanaan. Jadi seluruh lapisan, dari mulai pimpinan pusat sampai cabang, tugasnya Ansor melakukan manajemen kebencanaan,” ujarnya dalam sambutan malam tersebut.
Ia menambahkan bahwa Banser bertugas menerjunkan personel teknis di lapangan. “Tugasnya sahabat-sahabat Banser ini menyiapkan satgas di lapangan untuk penanganan bencana alam,” tambahnya.
Dalam skema penanganan bencana ini, Ansor dan Banser akan berfokus pada enam agenda utama kemanoiaan, meliputi penanganan karhutla, erupsi gunung berapi, penyediaan air bersih, penanganan gempa bumi, penanggulangan banjir, serta gerakan pembersihan sungai di seluruh wilayah Indonesia. Selain aksi fisik, majelis Rijalul Ansor juga diinstruksikan untuk melakukan konsolidasi spiritual melalui istigasah, ziarah, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Momen keberangkatan relawan ini sekaligus, Ketum Addin menyampaikan seruan untuk menyatukan kembali barisan serta melanjutkan khidmat kepada masyarakat luas pasca-gelaran Muktamar NU di Jombang.
“Perlu saya tegaskan bahwa Muktamar sudah selesai, tidak ada lagi perbedaan apapun terkait soal Muktamar, prosesnya dari A sampai Z sudah selesai. Pasca-Muktamar kita semua kembali kepada khidmat kita masing-masing. Umat perlu disapa, umat perlu didampingi,” tegasnya.
Kegiatan malam tasyakuran dan pelepasan relawan tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta penguatan solidaritas anggota Banser dan Ansor di seluruh Indonesia agar selalu siap bergotong royong di tengah kondisi ekonomi dan bencana alam saat ini.
(Anisa)