Upaya Atasi Konfilk, Wartawan Senior Dorong Israel Terima Konsep Solusi Politik Dua Negara

RISALAH NU – JAKARTA – Perang besar yang berkecamuk antara Hamas dan Israel di wilayah Gaza hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pasalnya perang kali ini dianggap berbeda dari perang sebelumnya oleh Musthafa A Rahman, Wartawan senior yang lama bertugas di Timur Tengah ini. Ia menilai bahwa Hamas terinspirasi perang Arab Israel yang terjadi pada tahun 1973 silam.

 

“Jadi taktik yang digunakan Hamas pada 7 Oktober itu adalah persis taktik yang digunakan Mesir ketika dia melakukan serangan terhadap Israel di gunung Sinai dan mampu (membuat) pasukan Israel menyeberang terusan Suez,” ungkapnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh NU Online dengan tema “Duka Palestina Duka Dunia”, pada Rabu, (8/11/2023) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan Hamas sukses dan mengejutkan banyak pihak. Hal tersebut bisa terjadi sebab Hamas merupakan faksi Palestina yang paling kuat secara politik dan militer hari ini. Hanya Hamas yang berani melancarkan perlawanan terhadap Israel.

 

“Sekarang yang sedang memimpin perjuangan dan kebetulan juga yang memegang senjata paling kuat itu adalah Hamas,” terangnya.

 

Ia pun meluruskan terkait opini yang dibangun oleh pemberitaan media Barat dan Israel yang menyebut bahwa Hamas merupakan kelompok radikal dan teroris yang perjuangannya tidak mewakili Palestina.

Banner dalam Post 300 x 416

“Sebenarnya bukan perang Hamas dan Israel, yang terjadi sekarang itu adalah perang Israel dan Palestina,” Ujarnya.

 

Selain itu, Musthafa juga berpendapat bahwa suatu waktu perang kali ini bisa meledak menjadi perang regional yang melibatkan negara-negara di Timur Tengah jika Israel tidak membatasi serangannya.

 

“Dia (Israel) gak akan berani melancarkan serangan besar. Sudah melakukan serangan darat tapi sangat terbatas, Sebab dia tau resikonya,” ungkapnya.

Saat ini, sudah ada konsep solusi politik yang dikenal dengan solusi dua negara. Namun, konsep yang didukung oleh PBB dan masyarakat internasional tersebut mesti segera diterjemahkan dan dilaksanakan oleh negara yang bersangkutan agar perang tersebut tidak berulang lagi di kemudian harinya.

 

“Israel mau tidak mau harus menerima itu. Kalau tidak ada solusi, perang ini akan berulang terus. Kalau dua negara menurut saya ini paling realistis,” pungkasnya.

 

Hadir pada kesempatan tersebut sebagai pembicara; Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), Abraham Silo Wilar (Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama PGI), Irine H Gayatri (Peneliti BRIN) dan Ivan Aulia Ahsan (Pemimpin Redaksi NU Online) yang bertindak selaku moderator.

 

Diskusi ini digagas dalam rangka mendukung Palestina sekaligus menyampaikan solidaritas terhadap para wartawan yang telah gugur saat bertugas di gaza akibat serangan Israel. (Yudo)

Leave A Reply

Your email address will not be published.