293 Guru Pesantren Indonesia Dapat Tunjangan Rp 5 Miliar

0

 

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – 293 guru pesantren di seluruh Indonesia mendapat anggaran lebih dari Rp5 miliar. Anggaran tersebut merupakan tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru atau ustaz non-PNS pada Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) telah dicairkan.

Berdasarkan keterangan dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, tunjangan tersebut merupakan bentuk keseriusan Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pengajar SPM dan PDF di pesantren.

“Tunjangan Profesi Guru diberikan bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas profesionalitasnya dan sekaligus untuk memotivasi agar ustadz/guru mengerahkan dirinya untuk mencapai tujuan belajar bagi para santri di SPM dan PDF,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kemenag Selasa (19/12/2023).

Pembayaran tunjangan profesi ini diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 14 Tahun 2023 tentang Tata cara Pembayaran TPG Pada satuan Pendidikan Pesantren.

Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa sebanyak 302 guru PDF dan SPM telah mengajukan tunjangan profesi melalui aplikasi sikap.kemenag.go.id. Mereka tersebar di berbagai provinsi, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Telah diputuskan jumlah penerima tunjangan tersebut sebanyak 293 guru Non-PNS yang dihasilkan melalui proses verifikasi faktual oleh Tim Kankemenag Kabupaten/Kota, Kanwil Kemenag Provinsi, dan difinalisasi Tim Kemenag Pusat.

Total tunjangan yang akan diperoleh pada periode 12 bulan (Januari-Desember 2023) sebesar 18 juta, sedangkan untuk periode 6 bulan (Juli-Desember 2023) tunjangan yang diterima sebesar sembilan juta. Proses penyaluran langsung melalui rekening masing-masing penerima.

Sebagai informasi, penerima tunjangaan terbanyak merupakan guru yang berasal dari Jawa Timur.

“Secara kelembagaan, guru yang lolos verifikasi terbanyak berasal dari TMI PP Al-Amien Prenduan Sumenep Jawa Timur, sebanyak 58 orang. Pada urutan kedua adalah SPM Pesantren Musthafawiyah Mandailing Natal Sumatera Utara, sebanyak 45 orang,” pungkasnya. (Anisa)

Baca Juga :   Bantu Palestina, BAZNAS Koordinasi dengan KBRI Mesir Siapkan Kebutuhan Dapur Umum di Perbatasan Rafah
Leave A Reply

Your email address will not be published.