Giat Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Jakarta Utara Bina Petugas dan Masyarakat 

0

 

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan kepemiluan bertajuk “Fasilitasi dan Pembinaan Penanganan Pelanggaran” yang diikuti Panwascam se-Jakarta Utara, Staff Panwascam, Mahasiswa dan perwakilan ormas di Hotel 101 Urban, Jakarta Utara, Jumat (26/01/24).

 

Acara dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Quin Pegagan yang dihadiri Eks Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Muhammad Jufri, jajaran fungsionaris Bawaslu Jakarta Utara dan undangan lainnya.

 

Sebelumnya, Muhammad Sobirin dari divisi penanganan pelanggaran Bawaslu Jakarta Utara mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk edukasi terhadap panitia pengawas Pemilu tahun 2024 di Jakarta Utara dan melaksanakan fungsi dan peran Bawaslu sesuai amanat Undang-Undang nomor 7 tahun 2017.

 

Kegiatan menghadirkan narasumber dan pakar Pemilu diantaranya, eks Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengingatkan kepada para petugas harus waspada dan benar-benar memperhatikan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh Partai Politik (Parpol), tim kampanye, maupun Caleg dalam masa tenang kampanye.

 

“Karena pada masa tenang itulah, justru mereka (Parpol, tim kampanye, dan caleg) bergerilya,” ujar Jufri dihadapan para peserta.

 

Muhammad Jufri pun menegaskan apabila masih terjadi pelanggaran berulang, setelah petugas memberikan peringatan, maka petugas wajib melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, petugas sebaiknya tidak berbangga diri atas penemuan pelanggaran-pelanggaran di lapangan, karena bisa membuat sakit hati. “Ya siap-siap saja kalau ada yang menyakiti hati,” ungkapnya.

 

Untuk itulah, Muhammad Jufri mengajak kepada seluruh panitia untuk fokus terhadap jumlah pengawasan, dana kampanye, dan metode kampanye. Menurutnya, berbagai modus yang kerap terjadi pada masa tenang, seperti kasus masyarakat yang membagikan foto caleg dan model lainnya. “Setelah dikonfirmasi kepada caleg yang bersangkutan, ia pun berkilah kalau ada pihak yang ingin menjatuhkan namanya. Nah, seperti ini yang sulit, karena tidak ada buktinya kan,” pungkasnya. (hud)

Baca Juga :   Kongres VI JQH NU Dorong Sertifikasi Para Tenaga Pendidik Al-Qur'an 
Leave A Reply

Your email address will not be published.