Aksi Zero Stunting, KPRK MUI Gelar Rakornas

 

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rapat Kerja Nasional pada Minggu (11/2/2024) di Hotel Sari Pasific Jakarta.

 

Rakornas yang berlangsung selama 2 hari yaitu 11-12 Februari 2024 ini bertajuk Aksi Zero Stunting “Gerakan Nasional Pencegahan Stunting Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Melalui tema kegiatan tersebut, KPRK MUI menyatakan sikapnya dengan tegas dan serius dalam penanganan stunting di Indonesia.

 

Dalam sambutan kegiatan, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Siti Marifah menyampaikan rakornas kali ini KPRK MUI akan membahas berbagai program prioritas. Program tersebut baik yang bersifat internal dalam struktural pusat, daerah maupun kolaborasi antara keduanya.

 

“Selain program di pusat dan daerah yang kami integrasikan, kami juga bekerja sama dengan berapa kementerian dan lembaga dalam berbagai program. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperkuat ketahanan keluarga Indonesia,” bebernya.

 

Hero Banner 1080 X 400

Berkenaan dengan penanggulangan stunting, dia menyebut upaya dan komitmen KPRK MUI dalam stunting, mampu menurunkan tingkat stunting di Indonesia. Harapannya angka stunting pada 2024 dapat turun sekitar 14 persen.

 

“Persoalan stunting menjadi masalah serius yang dihadapi bangsa ini. Sebab, tidak hanya menyangkut aspek kesehatan semata, tetapi juga stunting juga berkaitan dengan masalah ekonomi, pendidikan, dan kemajuan bangsa,” jelas dia.

 

Ketua KPRK MUI ini menilai, fokus penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak. Sebagaimana dalam struktural MUI merupakan bagian program dari KPRK itu sendiri. Lebih dari dari itu, banyak pihak terkait dan stakeholder yang harus digandeng dalam penanganan cepat dan cerdas persoalan stunting yang masih tinggi.

 

Baca Juga :   Prof. Nyayu Khodijah: Sukses Pemilu Tanggungjawab semua warga Indonesia 

Masalah stunting berkaitan dengan kemampuan daya pikir anak. Tentunya persoalan tersebut berpengaruh kepada aspek pendidikan, ekonomi, bahkan juga ketahanan keluarga.

 

“Semoga langkah yang baik ini memberikan banyak manfaat. Di samping itu, kita juga bersama-sama membantu Pemerintah untuk mewujudkan generasi emas pada 2045 nanti,” tandasnya. (hud/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.