Soal Tambang, Gus Yahya: NU Butuh Revenue untuk Roda Organisasi
RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) angkat bicara terkait pemberian izin usaha pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan (Ormas) oleh pemerintah.
Sebagai Ormas yang concern dalam bidang sosial keagamaan dan kemasyarakatan, Gus Yahya menyatakan bahwa untuk menggerakkan roda organisasinya dalam rangka memberikan maslahat bagi masyarakat, NU membutuhkan sumber daya. Meski begitu, realita yang dihadapi NU saat ini menurutnya adalah kurangnya sumber daya sehingga tidak memiliki kecukupan untuk menggerakkan komunitas itu sendiri.
“Maka NU butuh revenue, nah pemerintah kemudian berpikir untuk menyediakan kesempatan sehingga pada waktu pembukaan Muktamar NU ke 34 di lampung, 2021, Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan Muktamar NU akan menyediakan konsesi tambang untuk NU, itu beliau sampaikan dulu,” ujar Gus Yahya pada jumpa pers terkait Isu-Isu Mutakhir Haji 1445 H yang digelar pada Kamis, (6/6/2024) di gedung PBNU, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan NU kedepan, perlu adanya komponen strategis dalam rangka membangun kapasitas, keuangan independen yang sustainable.
“Jadi, nggak cuma sekali dapat hilang, sekali dapat habis, jadi kita memerlukan satu independen dan sustainable financial capacity,” tegasnya.

Gus Yahya memiliki alasan tersendiri mengapa NU sangat membutuhkan revenue dan memastikan bahwa upaya yang dilakukan dengan menempuh cara-cara yang halal. Dirinya mencontohkan institusi pesantren yang membutuhkan infrastruktur dan fasilitas yang baik dan memadai agar kegiatan belajar dan mengajar dapat terselenggara dengan baik.
“Nah, kalau kita menunggu afirmasi pemerintah yang langsung itu nanti harus berhadapan dengan macam-macam parameter birokrasi yg pasti lama sekali UU nya, gimana aturannya, dan seterusnya,” katanya.
Selain itu, Gus Yahya turut memastikan bahwa ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan nantinya akan mengarahkan revenue yang didapat masuk ke organisasi, bukan kepada individu.
“Kami memang seperti saya sampaikan tadi sudah membuat ikhtiar-ikhtiar, tapi membuat perusahaan baru yg dijamin ini sungguh-sungguh nanti revenuenya masuk ke organisasi, bukan kepada individu-individu,” tegasnya.
Di sisi lain, Gus Yahya memastikan bahwa NU turut memiliki sumber daya manusia yang dibutuhkan. bukti tersebut ia tunjukkan dengan posisi bendahara yang berprofesi sebagai pengusaha tambang.
“Sebagai pengusaha tambang, dia punya jaringan bisnis komunitas pertambangan ini sehingga saya kira akan ada ruang yang memadai bagi NU untuk membangun kapasitas usaha pertambangan ini.
Tak ketinggalan, Gus Yahya turut menjelaskan komitmen NU terhadap Isu lingkungan tak perlu dipertanyakan lagi. NU menurut Gus Yahya memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan aspek lingkungan hidup serta mengharapkan adanya konsensus nasional tentang ekstraksi sumber daya alam.
“NU ini berangkat disamping karena adanya kebutuhan tadi tapi juga dengan kesadaran akan tanggung jawab moral terkait lingkungan hidup dan kemashalahatn masyarakat secara umum, jadi ini kita perhatikan betul sejak awal,” pungkasnya. (yud)