Persepsi Keliru Pemicu Konflik Blok Barat dan Timur, Grand Syekh Tawarkan Konsep Wasathiyah

0

RISALAHNU ONLINE, JAKARTA – Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa Islam adalah agama yang terbuka pada dialog-dialog untuk memberi pemahaman kepada sebagian pihak yang memiliki persepsi keliru kepada kaum muslim.

Menurut Syekh, kekeliruan anggapan tersebut menjadi pemicu beragam konflik yang terjadi di dunia antara agama-agama di timur dengan peradaban di barat.

“Adanya jurang pemisah pemahaman antara barat dan timur yang perlu diupayakan dengan serius untuk dijembatani agar antara timur dan barat dapat bertemu di pertengahan (wasathiyah) dengan pandangan saling menghargai,” ujarnya dalam forum Interfaith and Intercivilizational Reception for Grand Imam of Al Azhar Syekh Ahmed El Tayeb di Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta pada Rabu, (10/7/2024).

Dalam perhelatan ini, Grand Syekh Imam Besar Al-Azhar Ahmad El Tayeb menekankan bahwa perbedaan di tengah manusia dalam hal agama, suku, ras, dan lainnya merupakan ketentuan Allah.

“Andai Allah mau, Allah bisa menjadikan manusia satu jenis dan tidak berbeda. Tetapi sudah merupakan sunnatullah, menjadikan manusia hidup dengan syariat yang berbeda-beda,” jelas Grand Syekh El Tayeb.

Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa penciptaan manusia yang berbeda-beda menjadi fitrah bagi makhluk Allah untuk hidup saling mengasihi dan menghargai.

“Ajaran Islam dan seluruh agama tidak membolehkan menghunuskan pedang kecuali untuk membela diri dan tanah air. Banyak ayat Al Quran tentang kebajikan dan keadilan yang menyeru perdamaian apa pun agamanya, alirannya yang tentu tidak dapat kita sebutkan,” terang Syekh El Tayeb.

Fakta bahwa Islam bukan hanya risalah yang diberikan untuk Nabi Muhammad SAW menunjukkan Islam sebagai risalah langit untuk umat manusia yang mengajak pada keesaan Tuhan, kemuliaan akhlak, dan menolak kezaliman.

Baca Juga :   Majukan Olahraga Nasional, Wapres Dorong KONI Perbanyak Event Pertandingan dan Sekolah Olahraga

“Tidak ada perbedaan antara para nabi, antara risalah satu dengan yang lainnya. Prinsip dari seluruh risalah adalah tauhid kepada Allah yang menghargai setiap manusia dan menghindari kezaliman-kezaliman,” pungkasnya. (Ekalavya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.