RISALAH NU ONLINE, PURBALINGGA – Forum Komunikasi Tokoh Nahdhlatul Ulama (FKTNU) se Kecamatan Bukateja Kab Purbslingga Jawa Tengah menggelar rutinan pengajian keliling dua Minggu sekali.
Pada Ahad 10 November 2024 ketiban giliran adalah Masjid Jami’ Nurul Badri, dukuh Kalimenur, Desa Kedungjati Kec Bukateja Kab. Purbalingga, Jawa Tengah.
Sejak Pagi buta, ratusan jamaah Nahdlatul Ulama Bukateja dan sekitarnya telah memenuhi area halaman Masjid dan jalan raya kompleks Masjid Nurul Badri.
Acara diawali pembacaan ratib Hadad yang dipimpin oleh KH Nurul Nasuha. Hadir sejumlah ulama dan tokoh masyarakat diantaranya, Camat, Jajaran pengurus Tanfidziyah dan Syuriah MWCNU se Kec Bukateja, Banom NU dari Ansor, Fatayat,Muslimat, IPNU,IPPNU , Banser NU Bukateja dan sekitarnya.
Dalam tausiyahnya, Gus Immadudin menerangkan berdasar kitab Fathul Kholil, dimana disebutkan dalam kisah dari sahabat Ali bin Abi Thalib, dimana disebutkan bahwa bila melewati sebuah kuburan dan menghadiahkan QS Al Ikhlas 11 x maka, pahalanya seluruh orang yang dimakamkan di kuburan tersebut akan diberikan kepada yang menghadiahkan bacaan Al Ikhlas.
Gus Immadudin juga menerangkan tentang pahala hadiah sedekah, bacaan Quran sampai haji alangkah sampai ganjaran (pahala) dari sedekah, bacaan Qur’an , Haji apakah akan sampai? Rasulullah SAW menjawab, ganjaran (pahalsnnya) bi murrodih (umumnya sampai).
“Orang yang dikirimi doa di kuburan itu senang sekali, seperti menerima ganjaran sehingga sampai ikut mendoakan. Karenanya itu setinglah ziarah, mendoakan yang sudah wafat . Karna itu, wasilah juga terjadi karena yang dimakamkan ikut mendoakan. Jangan kuatir syirik, karena ziarah untuk saling mendoakan untuk wasilah (tujuan meminta) kepada Alloh SWT,” jelas Gus Imaduddin.
Sementara dalam Kitab Wasiatul Musthofa, Sahabat Ali bin Abu Thalib , menerangkan tentang sampai ya pahala dan doa dari orang yang wafat. “Karena nya bila di depan kuburan, kirimkan doa, tahlil. Anak njenengan bila tidak bisa tahlil, segera kirimkan ke pondok,” ajak Gus Immaduddin.
Pada kesempatan itu, Gus Immad juga mengajak jamaah untuk mendidik anak -anak untuk mengawasi dalam penggunaan HP, karena selain HP juga makanan yang masuk juga sekarang banyak membuat emosi (gangguan syaraf).
“Orang yang di makam sudah dapat nikmat dan bahagia karena didoakan dan senang dan mendoakan balik orang yang ziarah. Karena Alloh akan ngijabahi (mengabulkan) karena besok akan masuk surga,”
Acara yang dibarengi dengan Hari Pahlawan, 10 Nopember jamaah berdoa kepada para pahlawan NU di Surabaya, al Fatihah…..” ajak H Muhtamil. (Aji Setiawan).