RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah aliansi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat siang, (12/6/26).
Ketua BEM UI, Yatalatof Masum menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh kenyataan di lapangan di mana harga barang kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus melambung tinggi, sementara lapangan pekerjaan semakin menyempit. Menurutnya, ada ketidakberpihakan nyata dari kebijakan pemerintah saat ini yang justru membebankan rakyat kecil tetapi menguntungkan segelintir elite kelompok.
“Kita turun ke Bundaran HI karena kami menyadari bahwa ekonomi sekarang hanya ada di atas. Pada faktanya harga-harga sudah mulai pada naik. Terus juga lapangan kerja juga makin menyempit. Tetapi pemerintah masih saja mengklaim bahwa ekonomi tumbuh, ekonomi saja dan lain halnya. Padahal rakyat di bawah yang merasakan,” ujarnya dikutip dari YouTube KompasTV.
Masum juga menyoroti ketimpangan regulasi fiskal, salah satunya terkait pengenaan pajak yang menyasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang berbanding terbalik dengan fasilitas yang didapatkan pengusaha besar di sektor mineral dan batubara (minerba).
“Bagaimana bisa pemerintah memberikan pajak UMKM melalui PP 206. Tapi di sisi lain royalti minerba kepada para oligarki malah dibatalkan di situ justru menjadi kekhawatiran bagi kami,” tuturnya tajam.
Dikutip dari media sosial resmi BEM UI, berikut adalah Lima tuntutan aksi bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut:
1. Setop Pemborosan APBN
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
3. Hentikan Program-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil: Menolak watak aparat penegak hukum baik TNI maupun Polri yang dinilai masih represif dan meniru gaya militer dalam menghadapi sipil.
5. Menuntut kejujuran penuh dari Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi negara saat ini sedang tidak baik-baik saja.
“Kenapa kami menuntut hal itu? Karena itu adalah panggilan moral kami. Kami menyadari bahwa jika hal ini dibiarkan terus-menerus maka Indonesia akan seperti tagar yang kami bawa menuju Indonesia bangkrut, baik bangkrut secara ekonomi, demokrasi, dan juga moralnya,” tegasnya.
BEM UI juga melakukan koordinasi dan bergerak bersama Universitas Pancasila, Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri (STT NF), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPN WJ), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, serta berbagai elemen aliansi rakyat sipil.
(Anisa)