RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pemutaran perdana film Ibadah dan Cinta produksi Sinemata Buana Kreasindo menghadirkan momen emosional bagi para penonton. Salah satu daya tarik utama sekaligus adegan paling menyentuh dalam film ini adalah penampilan spesial dari Almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum PP Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Dalam penampilannya di layar lebar, almarhumah menyampaikan wejangan mendalam mengenai hakikat cinta dan pernikahan. Beliau menggarisbawahi bahwa pernikahan yang dimulai tanpa rasa cinta di awal sangat mungkin terjadi. Beliau mengibaratkan cinta layaknya sebuah tanaman yang membutuhkan perhatian dan perawatan secara konsisten.
“Cinta itu seperti tanaman anakku, ia akan tumbuh dan mekar seiring waktu jika terus dipupuk dan disirami,” tutur almarhumah dalam tayangan film pada Selasa, (11/08/26).
Pesan tersebut menjadi penguat narasi utama film yang disutradarai oleh Jastis Arimba dan ditulis bersama Ifan Adriansyah Ismail. Film ini mengisahkan perjalanan spiritual dan dinamika asmara antara Rico (Achmad Megantara), seorang asal Australia yang kehilangan arah di Melbourne, dan Santun (Indah Permatasari), putri Kyai Umar (Mathias Muchus) yang juga seorang ustadzah muda penjaga tradisi pesantren. Kehadiran figur almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah memberikan dimensi spritual yang kuat di tengah pergolakan batin serta tantangan tradisi yang dihadapi para tokoh utama.
Pemutaran perdana film ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di tengah dominasi sinema bergenre horor di industri film nasional, MUI mendorong para sineas untuk terus memproduksi karya-karya bernuansa dakwah dan tuntunan.
Usai pemutaran perdana, jajaran pimpinan MUI, tim produksi, hingga pengisi lagu tema (soundtrack) turut menyampaikan kesan serta pesan mereka. Dr. Buya Amirsyah Tambunan selaku Sekretaris Jenderal MUI Pusat menyampaikan bahwa cinta itu sangat abstrak dan sebuah misteri.
“Namun, cinta yang sejati dan abadi adalah karena Allah SWT. Mencintai manusia adalah jembatan untuk menuju hakikat cinta kepada-Nya. Saya mengajak para aktivis, guru, dosen, dan seluruh keluarga untuk menonton film ini sebagai pengingat akan hakikat cinta yang sesungguhnya,” tuturnya.
Salah satu pemain film, penulis novel, sekaligus pengisi (Soundtrack), Nadzira Syafa menanyakan respon para penonton usai penayangan.
“Bagaimana Bapak dan Ibu, terharu?” tanya Zira.
“Terharuuu,” sorak para penonton menjawab.
Karya terbaru dari Sinemata Buana Kreasindo ini akan melengkapi variasi genre di industri film nasional. Ibadah dan Cinta disiapkan untuk menyapa penonton layar lebar secara resmi mulai 24 September mendatang.
(Anisa)