BAZNAS dan LPAI Jalin Kerja Sama Fundraising Program Perlindungan Anak

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi menjalin kolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dalam program penggalangan dana (fundraising) khusus perlindungan anak. Kerja sama ini ditujukan untuk mengoptimalkan kampanye penghimpunan dana serta penyaluran program bantuan, mulai dari beasiswa pendidikan, kesehatan, hingga penanganan anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaluddin Kurniawan menjelaskan bahwa BAZNAS memanfaatkan pengalaman dan jaringan LPAI untuk mendampingi proses kampanye penggalangan dana agar tepat sasaran. Dana yang terhimpun nantinya akan disalurkan secara kolaboratif oleh BAZNAS dan LPAI.

“Pada kesempatan ini, BAZNAS dengan LPAI menjalin kerja sama fundraising program perlindungan anak. Ke depan ada tema yang akan kita fundraising-kan, kita carikan dananya yaitu tentang tema perlindungan anak,” ujar Rizal di Gedung BAZNAS RI, Jakarta pada Rabu, (16/09/26).

Rizal menambahkan bahwa BAZNAS menargetkan perolehan awal melalui kanal digital sekitar Rp250 juta hingga Rp500 juta dalam dua bulan pertama. Capaian tersebut akan terus dievaluasi guna meningkatkan target penghimpunan hingga akhir tahun. Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif mendukung gerakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum LPAI, Samsul Ridwan, menyambut baik kemitraan ini. Ia menilai kerja sama antarlembaga sangat krusial mengingat penanganan masalah anak membutuhkan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat. Samsul menerangkan bahwa penanganan isu anak secara garis besar dibagi menjadi dua pendekatan utama, yakni perlindungan (protection) dan pemenuhan hak (fulfilment).

“Di dalam isu anak itu kan pendekatannya, treatment-nya ada dua jenis. Yang pertama adalah protection, perlindungan. Ada juga yang tumbuh kembang, pendekatannya adalah pemenuhan, to fulfill, seperti kesehatan dan pendidikan,” kata Samsul.

Lebih lanjut, Samsul menyampaikan bahwa salah satu rencana kerja jangka pendek dari kolaborasi ini adalah melakukan pemetaan kondisi anak-anak di wilayah perbatasan, seperti perbatasan Indonesia dan Malaysia, yang masih rentan mengalami kendala pemenuhan hak dasar maupun tindakan kekerasan.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.