Tiga Poin Utama Pertemuan Polri-PBNU: Dari Sinergi Struktur hingga Pembinaan Generasi Muda

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Kunjungan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ke Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026, menghasilkan sejumlah rencana strategis. Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh memaparkan tiga makna utama dari pertemuan yang mempertemukan pimpinan Polri dengan jajaran pengurus NU tersebut.

Makna pertama dari kunjungan ini adalah mempererat silaturahim untuk memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan PBNU. Hubungan tersebut diharapkan dapat menjadi satu kesatuan dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan dan mencegah keburukan.

“Agar menjadi satu kesatuan dalam menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, seperti yang telah disampaikan oleh Pak Kapolri,” ungkap Prof. Nuh.

Makna kedua berkaitan dengan keselarasan struktur organisasi. Struktur NU yang tertata mulai dari tingkat pusat hingga ranting dan anak ranting, jika disandingkan dengan jajaran kepolisian dari pusat hingga daerah, dinilai memiliki potensi yang sangat besar.

“Jika dijalin kerjasamanya dengan baik akan luar biasa dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” jelasnya.

Makna ketiga menyoroti tantangan zaman yang dihadapi oleh generasi muda masa kini. Anak-anak muda yang tumbuh sebagai digital native memiliki karakteristik khusus sehingga memerlukan pendekatan serta sentuhan yang spesifik. Untuk merealisasikan hal tersebut, dalam waktu dekat kerja sama ini akan dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Prof. Nuh juga menegaskan bahwa hubungan antara PBNU dan Polri ke depan tidak hanya bersifat struktural kelembagaan semata.

“Melainkan hubungan utuh yang memiliki ikatan emosional sesama anak bangsa yang mempunyai kewajiban bersama untuk memajukan bangsa ini,” pungkasnya.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.