RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Penggerak Orang Muda Indonesia (POMI) menjadikan peringatan satu tahun perjalanannya di Museum Sumpah Pemuda, sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi gerakan kritis generasi muda dalam merespons ketimpangan sosial, mengawal kebijakan demokrasi modern, serta mendorong pembacaan sejarah yang lebih inklusif gender.
Direktur Lakpesdam PBNU, Asrul Raman, menegaskan bahwa masyarakat sipil dan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga sikap kritis terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, kontrol dari masyarakat sangat diperlukan agar kebijakan negara tetap berpihak pada kepentingan publik dan kelompok yang terpinggirkan.
“Konsolidasi gerakan perlu terus diperkuat agar gerakan kemahasiswaan dan kepemudaan memiliki kekuatan dalam mengawal kebijakan negara,” ujar Asrul dalam keterangan tertulis yang diterima Risalah NU, Rabu, (04/11/26).
Langkah penguatan gerakan kritis ini, lanjut Asrul, juga sejalan dengan program Lampetan yang telah memfasilitasi diskusi kritis mengenai ketimpangan sosial di tujuh provinsi.
Selain penguatan daya kritis atas kebijakan publik, peringatan ini juga menyoroti pentingnya menghadirkan perspektif gender dalam narasi perjuangan bangsa. Program Manager INKLUSI, Dentu Piawai Nastitie, menilai representasi perempuan dalam catatan sejarah Sumpah Pemuda masih kerap ditempatkan sebagai pelengkap, padahal memiliki kontribusi yang setara.
“Generasi muda perlu membaca sejarah secara lebih kritis dan inklusif, sehingga kontribusi perempuan tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari perjalanan bangsa,” kata Dentu.
Sementara itu, Aktivis 1998 dari Amnesty International, Usman Hamid, mengingatkan generasi muda untuk menjaga konsistensi dan idealisme di tengah godaan tawaran kekuasaan maupun pragmatisme politik.
Presiden POMI, Suparianto, berharap peringatan satu tahun ini dapat menjadi titik berangkat bagi terbentuknya mata rantai gerakan lintas komunitas yang solid, melampaui sekat organisasi dan identitas, demi menjawab tantangan lokal hingga global.
(Anisa)