Majalah Risalah NU Edisi 179 Juli 2026

Rp30,000.00

Munas dan Konbes NU tahun 2026 telah berakhir meskipun belum memutuskan final tempat Muktamar ke 35 yang akan datang. Kepastian muktamar termasuk yang paling ditunggu. Waktunya sudah. Keputusan pleno yang menimbulkan protes akhirnya dianulir Rais Am untuk diputuskan PBNU.

Deskripsi

Menuju Muktamar yang Sejuk

Munas dan Konbes NU tahun 2026 telah berakhir meskipun belum memutuskan final tempat Muktamar ke 35 yang akan datang. Kepastian muktamar termasuk yang paling ditunggu. Waktunya sudah. Keputusan pleno yang menimbulkan protes akhirnya dianulir Rais Am untuk diputuskan PBNU.

Tapi, Munas ini terbilang sukses dengan sedikit riak dinamika internal. Harap dimaklumi, inilah Munas pertama di abad kedua NU dan muktamar mendatang akan menjadi bersejarah sebagai muktamar pertama di abad kedua. Dinamika itu akan teratasi dengan kedewasaan organisasi yang dipimpin para ulama itu.

Meski levelnya berada satu tingkat di bawah Muktamar, Munas Alim Ulama dan Konbes NU menjadi forum yang sangat penting. Sebab, keputusan-keputusan yang dihasilkan forum ini sangat dibutuhkan bangsa dan negara, serta Nahdliyin. Hasil-hasil Munas dan Konbes NU itu diharapkan menjadi langkah awal untuk mempertajam ikhtiar rekontekstualisasi pemikiran pendahulu NU dalam bingkai Trilogi Ukhuwah. Yaitu, persaudaraan sesama umat Islam (Ukhuwah Islamiyah), sesama anak bangsa (Ukhuwah Wathaniyah), dan sesama manusia (Ukhuwah Basyariyah). TerUtama dalam melaluI abad keduanya.

Menghadapi abad kedua ini, setidaknya NU tetap menjaga fondasi yang tak tergoyahkan. NU memiliki sejumlah prinsip permanen yang menjadi harga mati organisasi, yaitu Qanun Asasi dan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah.

Beberapa pengamat melihat, setidaknya ada tiga tantangan besar yang dihadapi NU di abad kedua. Pertama, ekonomi agraria yang melemah. Abad ke-21 ditandai dengan melemahnya ekonomi agraria. Ketika nasib petani memburuk, dampaknya akan dirasakan organisasi.

Kedua, pendidikan dan mobilitas sosial. Pendidikan NU yang ditopang pesantren telah melahirkan mobilitas sosial yang besar. Namun, kebijakan pendidikan ke depan akan sangat menentukan seberapa jauh mobilitas vertikal di tubuh warga NU dapat terus berlangsung.

Ketiga, pergeseran dunia digital yang membawa perubahan besar pada norma-norma generasi muda. Generasi yang terpapar informasi global cenderung lebih terbuka dan egaliter. Ini mengubah pola relasi, termasuk antara anak dan orang tua, sehingga kepemimpinan berbasis figur karismatik tidak lagi bisa sepenuhnya diandalkan. Perlu penguatan literasi digital dan tata kelola berbasis data. Pemimpin NU harus mampu membawa organisasi melompat jauh ke depan.

Terkait muktamar ke depan, Prof. Nuh, Sekrtaris OC Munas menyebutkan bahwa NU tidak boleh terjebak dalam tensi politik yang memanas. “Kita semua bersepakat, Muktamar akan datang itu gembira, senang. Tetapi tidak hanya gembira, sejuk. Tidak hanya sejuk, berkualitas. Tidak hanya berkualitas, bermartabat,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan agar dinamika pemilihan kandidat tidak berujung pada aksi saling menjatuhkan atau membuka aib sesama kader. “Kalau suasana Muktamar itu panas, maka antar kandidat itu saling menjelekkan yang sering terjadi. Padahal jelek itu atau aib itu kan aurat. Yang harus ditutup, bukan untuk diobral,” sambungnya.

Prof. Nuh mengajak seluruh warga NU untuk saling mempromosikan kelebihan masing-masing figur yang muncul ke permukaan untuk berlomba kebaikan. Semua kandidat yang ada harus dieksplorasi rekam jejak kebaikannya.

Sementara itu, mengenai kriteria pemimpin PBNU ke depan, Prof. Nuh memberikan tamsil yang menarik tentang profesi pengemudi. Menurutnya, semua kandidat yang ada adalah kader terbaik, tinggal bagaimana muktamirin (peserta muktamar) jeli melihat kebutuhan jamiyyah saat ini.

Kita tinggal menunggu keputusan pemilihan tempat yang ‘dingin’ yang bisa menyejukkan hati dan kepala untuk bisa melahirkan keputusan NU ke depan yang lebih bermanfaat untk umat dan bangsa.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Majalah Risalah NU Edisi 179 Juli 2026”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *