Risalah NU Edisi 45

Rp15,000.00

Description

SIAPA LAYAK PRESIDEN DARI NU 

Edisi 45 Risalah NU membedah para tokoh NU yang layak menjadi pemimpin Indonesia “Siapa Layak Presiden dari NU”. Pemilihan umum legislatif dan presiden sudah di ambang pintu. Kini memasuki masa kampanye legislatif. Riuh rendah pencalonan sudah semarak di mana-mana. Lihat di sekitar kita, foto para calon terpampang dengan menawarkan wajahnya yang paling menarik.

Tahun 1999 NU berhasil ‘menempatkan’ Ketua umum PBNU sebagai presiden RI, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur berangkat dari wakil ormas NU dalam MPR-RI. Gus Dur memberi teladan patokan yang jelas dalam pemisahan jabatan antara NU dan publik. Ia melepas jabatan Ketua Umum PBNU dan ia menjadikan dirinya sebagai tokoh nasional, seorang negarawan yang bebas dari kelompok dan aliran dan tak lagi menjadi bapak dari yang memilihnya saja.

Dampaknya keterpilihan Gus Dur, akhirnya banyak tokoh NU yang digandeng dalam pemilihan langsung presiden tahun 2004. Megawati menggandeng KH Hasyim Muzadi yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Susilo Bambang Yudhoyono menggandeng HM Jusuf Kalla seorang tokoh NU asal Sulawesi Selatan. Wiranto menggandeng Salahuddin Wahid (adik Gus Dur). Hamzah HAZ yang juga tokoh NU menggandeng Agum Gumelar. Dalam putaran kedua terjadi persaingan sengit antara pengait kader NU: Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono yang kemudian dimenangkan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada pemilihan presiden tahun 2009, terjadi perubahan drastis dengan minimnya tokoh NU dalam panggung itu. Hanya Jusuf Kalla yang waktu itu menggandeng Wiranto. PDI dan Demokrat tak lagi menggandeng tokoh NU. Pemilihan berjalan satu putaran dengan kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Suara Jusuf Kalla terendah dari persaingan itu. Nah, akankah tahun ini akan terulang banyaknya kader NU yang akan bersaing untuk kebaikan negeri ini? Penting untuk di baca?…

Hero Banner 1080 X 400

Selain soal capres, Redaksi juga mengupas tentang haul Gus Dur ke-4 yang diselenggarakan oleh keluarga baik di Ciganjur, Jakarta Selatan maupun di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Dengan haul ini, semakin mempertegas apa yang dilakukan Gus Dur semasa hidupnya, baru terasa sekarang hikmahnya, seperti yang disampaikan Presiden SBY, Kapolri Sutarman, Wagub DKI Ahok dan lainnya. Dan tentu banyak berita-berita lainnya yang menarik dibaca.

Sedangkan pada rubrik lainnya kami juga menurukan rubrik tentang ke aswajaan dan ke NU an yang menjadi ciri khas majalah NU, sehinnga menjadi rujukan bagi warga NU dimanapun berada.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Risalah NU Edisi 45”

Your email address will not be published. Required fields are marked *