PBNU – BAZNAS Perkuat Talenta Santri Lewat Program BEST NU

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Program BEST NU (Beasiswa STEM untuk Talenta NU) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda Nahdlatul Ulama yang unggul dan berdaya saing di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Hal ini dilaksanakan dengan kegiatan Seminar Karir BEST NU yang digelar di Jakarta, Sabtu (28/2) yang dihadiri oleh Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadurrahman, Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqilah, Direktur Lakpesdam PBNU Asrul Raman, serta tim NU Scholarship dan tim Binar Academy.

Program BEST NU merupakan salah satu ikhtiar strategis NU Scholarship untuk mempersiapkan talenta muda NU agar memiliki kesiapan akademik dan karakter kuat dalam bidang STEM. Program ini dirancang memberikan pendampingan intensif selama enam bulan bagi siswa tingkat akhir MA/SMA/SMK sederajat sebagai bekal memasuki pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Dalam sambutannya, Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, menegaskan pentingnya transformasi pendidikan pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Kita ingin santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga mampu menjadi aktor utama dalam perkembangan sains dan teknologi. STEM adalah pintu masuk bagi santri untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa,” ujarnya.

Program BEST NU memberikan manfaat kepada 100 penerima manfaat terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes logika dan minat bakat, hingga wawancara untuk menilai kesiapan dan komitmen mengikuti program persiapan kuliah STEM.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadurrahman, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam pendayagunaan dana zakat untuk sektor pendidikan produktif.

“BAZNAS memandang pendidikan, khususnya di bidang STEM, sebagai investasi jangka panjang umat. Program seperti BEST NU memastikan bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian dan daya saing generasi muda,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian program, para penerima manfaat akan mendapatkan tiga kali seminar karir untuk memperluas perspektif tentang prospek STEM, 42 sesi bimbingan belajar online, 16 sesi mentoring intensif untuk pendampingan latihan soal, serta dua kali try out sebagai persiapan masuk perguruan tinggi.

Direktur NU Scholarship, Muhammad Syauqilah, menekankan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta unggul di bidang teknologi dan sains.

“Pesantren adalah basis kaderisasi NU yang luar biasa. Melalui BEST NU, kami ingin membuka akses, memperluas wawasan, dan memastikan talenta santri mendapatkan pendampingan yang terstruktur dan berkualitas agar siap bersaing di perguruan tinggi STEM,” tuturnya.

NU Scholarship juga memandang pentingnya sosialisasi langsung ke pesantren sebagai langkah strategis untuk menjaring talenta potensial dari akar rumput. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang lahirnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui BEST NU, kolaborasi PBNU dan BAZNAS RI diharapkan mampu mencetak generasi santri yang tidak hanya religius dan berkarakter, tetapi juga kompeten di bidang sains dan teknologi, serta siap berkontribusi dalam pembangunan nasional di era digital. (Anis/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.