KEBAJIKAN YANG AGUNG

0

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

Dalam berinterkasi sosial, manusia satu sama lain saling mempengaruhi dan saling menimbulkan dampak yang berbeda-beda. Apabila pergaulan sehari-hari itu menuju kebajikan dan amal yang shaleh, maka interaksi sosial itu menjadi sangat bermanfaat. Sebaliknya, apabila hubungan sosial itu tidak mengarah kepada kebajikan, malah mengarah pada keburukan, maka hal itu akan saling mencelakakan dan mengantarkan umat manusia pada kehinaan lahir dan batin.

Dalam berinteraksi sosial, agar kita mencapai kedudukan yang mulia dan tinggi, maka harus mengarahkannya pada tiga hal berikut ini, yaitu (1) mengarahkan umat manusia agar senantiasa berbagi pada sesamanya, baik yang berkenaan dengan rizki lahiriah seperti kekayaan, memampuan, tersedianya harta, dan sebagainya. Sedangkan kemampuan batiniah terdiri dari ilmu yang bermanfaat, ketenangan dan ketentraman, kondisi kesehatan, dan pengalaman-pengalaman yang bermanfaat.

Apabila seseorang memiliki harta dan kekayaan, atau memiliki aset yang banyak, hendaklah ia senantiasa berbagai pada sesamanya, termasuk makhluk lain yang membutuhkan. Kata kunci dari semua itu adalah berbagi untuk kesejahteraan umum bagi manusia. Berbagi tidak hanya memiliki kekayaan yang cukup, tapi juga berbagi dalam kondisi yang sangat sederhana.

Kita tidak boleh menyia-nyiakan untuk berbuat baik kepada mereka yang membutuhkan, meskipun hanya sekedar menyedekahkan kikil kambing. Apabila kikil kambing tidak dimiliki, maka bisa berbuat baik dan berbagi dengan memberikan sebutir buah kurma atau secuil buah kurma, atau makanan lainnya.

Apabila itupun tidak mampu, maka bisa berbagi dengan memberikan seteguk air susu, atau seteguk air putih. Bahkan termasuk berbuat baik adalah bergaul dengan sesamanya dengan tutur kata yang baik dan sopan. Selanjutnya bisa dilakukan dengan menyambut orang lain dengan wajah yang cerah dan simpatik. Kalau semua itu tidak bisa dilakukan, maka paling tidak, jangan mengganggu orang lain.

(2) menegakkan yang ma’ruf. Al-Ma’ruf adalah kebajikan yang sudah sangat populer di tengah masyarakat dan sesuai dengan budaya mereka. Hal ini semuanya berwujud kebaikan yang sudah sangat dikenal dan diketahui secara umum. Amar ma’ruf dalah mengarahkan segala rencana, aktivitas dan kegiatan kita menuju hal yang terbaik dan terpuji.

Aktivitas ini harus dilanjutkan juga dengan mencegah segala sesuatu yang mungkar, segala sesuatu yang tercela yang tidak disukai oleh masyarakat yang baik. Amar ma’ruf dan nahi mungkar merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dicerai-pisahkan, karena dengan aktivitas itulah, maka kebajikan yang agung akan terwujud di tengah masyarakat. Ibarat kita menanam pohon, amar ma’ruf itu merupakan pupuknya yang membuat pohon menjadi subur. Nahi munkar merupakan pemberantas hama yang menjadikan pohon itu tetap tumbuh dan subur.

(3) melakukan perbaikan dalam masyarakat yang dilakukan secara bersama-sama, demikian juga termasuk mewujudkan perdamaian, baik yang berkaitan orang per orang, masyarakat dengan masyarakat, negara dengan negara, bangsa dengan bangsa, dan hubungan antar bangsa secaa menyeluruh.

Apabila kegiatan sebagaimana disebutkan di atas dilakukan oleh setiap anggota masyarakat, semata-mata mencari keridhaan Allah, dan dikerjakan dengan tulus, maka akan mendatangkan kebajikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa setiap orang ditugaskan untuk menyeru umat manusia menuju jalan yang ditetapkan Allah s.w.t. dengan hikmah dan kebijaksanaan, atau dengan nasehat-nasehat yang menyentuh kalbu dan menggugah hati seseorang, sehingga ajakan itu akan mudah diterima dengan baik.

Apabila tidak bisa dilakukan dengan cara itu, maka perlu menggunakan cara yang ketiga, yaitu berdiskusi dengan cara yang baik dan menggunakan argumen-argumen yang kuat yang mengunggulkan kebaikan dan keadaan yang terpuji.

Segala idea, aktivitas, perkataan, program-program yang dicanangkan umat manusia tidak akan memiliki arti yang penting, apabila tidak mengarah pada kegiatan sebagaiman disebutkan di atas. Bahkan sebaliknya akan menimbulkan berbagai bentuk kehinaan dan kerusakan.

۞ لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar. (QS. Al-Nisa, 04:114).

Leave A Reply

Your email address will not be published.