Dorong Penguatan Perlindungan Santri, PBNU Gelar Roadshow Gernas Pesantrenku

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren akan menggelar Roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah, pada Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat komitmen pesantren dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang santri. Melalui kegiatan tersebut, pesantren didorong menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembentukan ilmu dan akhlak, tetapi juga memiliki sistem perlindungan yang kuat bagi seluruh warga pesantren.

Roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman akan menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan, antara lain Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bagi santri putri, Pelatihan Pencegahan Kekerasan di Pesantren bagi musyrif-musyrifah dan dewan guru, Halaqah Syuriah NU bersama Pengasuh Pondok Pesantren, serta Doa Bersama dan Deklarasi Pesantrenku Aman.

Dalam pelatihan pencegahan kekerasan, para peserta akan mendapatkan penguatan kapasitas mengenai pemahaman kekerasan dan kekerasan seksual secara komprehensif, konsep Pesantren Ramah Anak, peran strategis musyrif-musyrifah, psikologi perkembangan anak dan remaja, kesehatan reproduksi, serta mekanisme pencegahan, penanganan, pendampingan, dan pemulihan korban kekerasan.

Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Ariev, menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Pesantrenku Aman merupakan langkah bersama untuk memperkuat tradisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menjaga nilai kasih sayang, keteladanan, dan penghormatan terhadap martabat santri.

“Pesantren memiliki peran besar dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Karena itu, penguatan sistem pengasuhan dan pencegahan kekerasan menjadi ikhtiar bersama agar pesantren terus menjadi tempat terbaik bagi tumbuhnya generasi masa depan,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU, Nyai Hj. Alissa Wahid, dijadwalkan hadir untuk memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun budaya aman di lingkungan pesantren melalui keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pengasuh, pendidik, pengurus, hingga santri.

Puncak kegiatan akan ditandai dengan Deklarasi dan Penandatanganan “Deklarasi Pasuruan 5 Aksi Pesantren Aman” sebagai komitmen bersama dalam memperkuat gerakan pencegahan kekerasan di pesantren.

Kegiatan ini rencananya akan diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari santri, pengurus pesantren, musyrif-musyrifah, dewan guru, dan pengasuh pondok pesantren. Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf juga dijadwalkan hadir untuk memberikan arahan dalam memperluas gerakan perlindungan santri di Indonesia.

Melalui Roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman, PBNU berharap semakin banyak pesantren menjadi pelopor pendidikan berbasis nilai keislaman yang aman, ramah anak, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan. (hud/rls).

Leave A Reply

Your email address will not be published.