RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan LinkAja Syariah secara resmi merilis kalkulator zakat dan menu BAZNAS di aplikasi LinkAja Syariah. Peluncuran fitur ini ditargetkan mampu mendongkrak penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hingga 20 persen. Inovasi digital ini merupakan upaya agar masyarakat dapat dengan mudah melakukan penghitungan zakat secara akurat sesuai standar syariah tanpa harus berpindah platform.
Ketua BAZNAS RI, K.H. Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa kemudahan transaksi digital menjadi kunci utama dalam mendorong kesadaran berzakat masyarakat di era modern. Menurutnya, hambatan utama penghimpunan zakat selama ini tidak hanya dipicu oleh kurangnya kesadaran, melainkan kerumitan akses pembayaran.
“Selain tidak tahu, selain tidak sadar, atau tidak percaya kepada lembaganya, yaitu tidak mudah membayar zakat. Kita akan lebih bersungguh-sungguh dalam menjadikan digital untuk kerja kita,” ujar Sodik di Gedung BAZNAS RI, Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (30/07/2026).
Sodik menambahkan, potensi pengumpulan ZIS secara nasional mencapai Rp400 triliun, dengan target khusus BAZNAS RI di tingkat pusat sebesar Rp1,4 triliun. Pada semester pertama tahun ini, BAZNAS RI telah mencatatkan dana masuk sebesar Rp795 miliar (di luar dana titipan yang mencapai hampir Rp825 miliar).
Sementara itu, Direktur Utama (CEO) LinkAja, Yogi Rizkian Bahar menyampaikan bahwa peranan telepon pintar kini telah menjadi pusat aktivitas harian masyarakat. LinkAja Syariah hadir sebagai bagian dari ekosistem digital untuk menyokong pertumbuhan ekonomi syariah yang digagas sejak era KH. Ma’ruf Amin.
Ia melanjutkan, keberadaan fitur baru ini memberikan kepraktisan langsung bagi pengguna dalam menghitung kewajibannya.
“Biasanya kalau mau bayar kan harus ada kalkulatornya berapa sih gaji saya, berapa sih zakat saya, dan di menu kami itu ada menu kalkulator zakatnya. Jadi ini memudahkan juga dari masyarakat nggak perlu pindah kemana-mana aplikasi, langsung buka LinkAja Syariah kemudian buka menu kalkulator zakatnya,” tambah Yogi.
Selain Kalkulator Zakat, aplikasi ini juga menyajikan Menu BAZNAS yang merangkum 13 program unggulan BAZNAS RI serta sekitar 78 program turunannya secara transparan. LinkAja Syariah juga menyampaikan komitmennya untuk melancarkan kampanye edukasi secara masif agar basis pengguna aktif terinformasikan mengenai kemudahan layanan ZIS ini.
“Kami harapkan dengan adanya program ini bisa peningkatan sekitar mungkin 10-20 persen. Dan kami dari sisi LinkAja Syariah juga akan melakukan campign, ‘bahwa sekarang ada lho menu zakat, ada lho kalkulator zakat, ada lho menu BAZNAS’ sehingga masyarakat akan minimal dari sisi users atau LinkAja Syariah bisa terupdate atau terinfo,” tutur Yogi.
(Anisa)