RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Senin (03/08), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan nasional melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah. Pesan kebangsaan ini mengemuka dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan bertajuk “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah ini digelar dalam rangka meneguhkan rasa syukur atas HUT ke-81 Republik Indonesia. Rangkaian acara diisi dengan sholat Maghrib berjamaah, pembacaan sholawat diiringi musik hadroh, hingga doa bersama.
Mewakili semangat kebhinekaan, acara ini tidak hanya diikuti oleh umat Islam, tetapi juga dihadiri langsung oleh para pimpinan dan tokoh lintas agama yang diakui negara, yakni Kristen, Katolik, Buddha, Konghucu, dan Hindu. Seluruh peserta dan pimpinan agama tampak padu mengenakan busana bernuansa putih-putih.

Ketua BAZNAS RI, KH. Sodik Mudjahid, dalam pesannya menegaskan bahwa zakat memiliki peran ganda yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, serta menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa nilai utama zakat bersifat universal, yaitu kepedulian sosial dan gotong royong tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Sementara itu Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan salam hangat dan hormat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berhalangan hadir secara langsung karena menjalankan tugas negara yang tidak dapat ditinggalkan.
Menag menegaskan bahwa stabilitas sosial dan kerukunan lintas agama merupakan modal utama pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi, makanya tidak boleh ada yang mengacak-acak,” ujar Menag
Menag juga mengapresiasi penguatan performa tata kelola keuangan sosial keagamaan yang menjadi pilar kesejahteraan masyarakat, khususnya zakat dan wakaf yang dikelola BAZNAS beserta pemangku kepentingan terkait.
“Bapak Ibu sekalian, pengelolaan finansial kinerja pengelolaan zakat dan wakaf nasional tahun 2025 terus menguat penghimpunan zakat tumbuh 12% menjadi 44,6 triliun yang memberikan manfaat 140 juta mustahik,” tuturnya.
(Anisa)