RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Lembaga Pemeriksa Halal Nahdlatul Ulama Halal Assurance Center (LPH NU-HAC) secara resmi menyerahkan sertifikat halal kepada perusahaan produsen resin plastik asal Thailand, PTT Global Chemical Public Company Limited (PTTGC). Sebanyak 137 produk resin plastik yang tercatat mendapat Sertifikasi Halal resmi di Indonesia.
Ketua LPH NU-HAC Abdul Hakam Aqsho mengatakan proses pemeriksaan berjalan lancar dan selesai dalam waktu relatif singkat.
“Alhamdulillah hanya dalam waktu 40 hari kami bisa menyelesaikan proses hingga keluar sertifikat halalnya,” ujarnya di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya No 164, Senen, Jakarta pada Rabu (12/8/2026).
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Ulil menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi gerbang penting dalam perluasan jangkauan layanan sertifikasi halal global. Ia menjelaskan, LPH NU-HAC memiliki otorisasi dari BPJPH untuk melakukan audit kehalalan produk hingga ke luar negeri.
“Biji plastik harus dipastikan kehalalannya dari aspek proses produksi, karena produk ini menjadi bahan baku kemasan makanan dan minuman seperti botol minuman yang kita konsumsi sehari-hari. LPH NU-HAC memastikan seluruh rantai dan prosesnya memenuhi standar kehalalan,” ujar Gus Ulil.
Proses pemeriksaan halal berjalan lancar dalam 2 hingga 3 hari, dengan sertifikat resmi terbit kurang dari satu bulan. Kerja sama ini menjadi krusial mengingat PTTGC menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan impor biji plastik di Indonesia dengan volume mencapai 200.000 ton per tahun.
Direktur Utama PTTGC, Thaiyaphat Jittiborripat, mengungkapkan rasa bangganya sebagai produsen manufaktur plastik yang berhasil meraih sertifikat halal dari Indonesia. Pihaknya memilih LPH NU-HAC sebagai mitra strategis karena reputasi NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, serta berkat pendampingan dan konsultasi yang komprehensif selama proses audit.
“Atas nama PTT Global Chemical, kami sangat bangga menerima sertifikasi halal untuk Indonesia ini. Terima kasih khusus kepada NU dan LPH NU-HAC yang telah mengevaluasi kami dan meningkatkan nilai sertifikasi dari produk-produk kami,” katanya.
“Mudah-mudahan dengan adanya sertifikasi halal ini, volumenya akan semakin meningkat,” ujar Rano Kartono Rahim selaku Direktur Independen.
Hingga saat ini, LPH NU-HAC telah melakukan pemeriksaan halal di 11 negara, termasuk Jepang, China, Thailand, Ceko, Rumania, Italia, Prancis, Belgia, Skotlandia, hingga Belarusia. Ke depan, LPH NU-HAC berencana menggelar forum halal internasional untuk terus mendorong integrasi industri halal global.
(Anisa)